Orang nomor dua di Kota Tepian itu berpesan asupan makanan kepada para peserta didik perlu menjadi perhatian bersama bukan hanya orangtua bahkan pihak sekolah juga turut mengingatkan bagaimana sarapan sehat itu dapat diterapkan.
“Perlu sosialisasi sarapan sehat untuk anak sekolah menjadi perhatian dan tanggungjawab kita bersama karena mereka sebagai generasi penerus masa depan bangsa,” kata Rusmadi.
Kepala SDN 023 Samarinda Utara Luhung Aran menjelaskan, sosialisasi sarapan sehat yang diinisiasi oleh Dinas Ketahanan Pangan Samarinda karena asupan makanan merupakan salah satu pendukung bagi tingkat pertumbuhan pelajar.
“Sosialsisasinya berkaitan dengan sarapan 5 sehat dan 4 sempurna,” kata Luhung.
Untuk sosialisasi sarapan sehat tidak hanya sebatas penyampaian materi, namun Dinas Ketahanan Pangan Samarinda juga turut menyediakan sarapan sebagai bentuk contoh makanan apa saja yang masuk dalam unsur makanan sehat.
“Disediakan makanannya dari Dinas Ketahanan Pangan Samarinda, diberikan kepada murid kami,” ujarnya.
Usai sosialisasi itu pihaknya komitmen untuk dapat menerapkan sarapan sehat dikalangan murid pada sekolahnya. Terlihat dari semangatnya yang akan melakukan sosialisasi kepada pengelola kantin agar menyediakan makanan dengan nilai gizi yang baik.
“Seperti mi instan itu kan kalau dikonsumsi terlalu sering tidak bagus, jadi kami akan sosialisasikan sebagai tindak lanjutnya,” sebut Luhung.
Penulis: */Claudius Vico
Editor: Aspian Nur
Orang nomor dua di Kota Tepian itu berpesan asupan makanan kepada para peserta didik perlu menjadi perhatian bersama bukan hanya orangtua bahkan pihak sekolah juga turut mengingatkan bagaimana sarapan sehat itu dapat diterapkan.
“Perlu sosialisasi sarapan sehat untuk anak sekolah menjadi perhatian dan tanggungjawab kita bersama karena mereka sebagai generasi penerus masa depan bangsa,” kata Rusmadi.
Kepala SDN 023 Samarinda Utara Luhung Aran menjelaskan, sosialisasi sarapan sehat yang diinisiasi oleh Dinas Ketahanan Pangan Samarinda karena asupan makanan merupakan salah satu pendukung bagi tingkat pertumbuhan pelajar.
“Sosialsisasinya berkaitan dengan sarapan 5 sehat dan 4 sempurna,” kata Luhung.
Untuk sosialisasi sarapan sehat tidak hanya sebatas penyampaian materi, namun Dinas Ketahanan Pangan Samarinda juga turut menyediakan sarapan sebagai bentuk contoh makanan apa saja yang masuk dalam unsur makanan sehat.
“Disediakan makanannya dari Dinas Ketahanan Pangan Samarinda, diberikan kepada murid kami,” ujarnya.
Usai sosialisasi itu pihaknya komitmen untuk dapat menerapkan sarapan sehat dikalangan murid pada sekolahnya. Terlihat dari semangatnya yang akan melakukan sosialisasi kepada pengelola kantin agar menyediakan makanan dengan nilai gizi yang baik.
“Seperti mi instan itu kan kalau dikonsumsi terlalu sering tidak bagus, jadi kami akan sosialisasikan sebagai tindak lanjutnya,” sebut Luhung.
Penulis: */Claudius Vico
Editor: Aspian Nur