Setiap tanggal 28 Nopember diperingati sebagai Hari Dongeng untuk mengenang jasa Suyadi tersebut dan digelar dongeng secara serentak di 100 titik di Indonesia secara daring (dalam jaringan atau online) yang tahun ini memasuki tahun ke-3.
Terkait hal itu Kampung Dongeng (Kado) di Kalimantan Timur pun ambil bagian. Rabu (17/11/2021) besok, mereka mengawalinya dengan menggelar Workshop Bunda Mendongeng.
Kegiatan ini berlangsung di Ruang Balai Pustaka Perpustakaan dan Kearsipan Kaltim di Jalan Ir H Juanda Samarinda.
Ketua Kado Etam Kaltim Fitri Susilowati didampingi Setiawati kepada Korankaltim.com Selasa (16/11/2021) pagi tadi menjelaskan, workshop besok berlangsung secara luar jaringan atau luring alias tatap muka.
“Untuk di Samarinda workshop berlangsung secara luring atau tatap muka, saya jadi nara sumber dibantu pendongeng seperti Kak Wati, Kak Tini, Kak Icha dan beberapa lainnya. Targetnya sekitar 50 orang bisa mengikuti kegiatan ini mengingat saat ini masih masa pandemic Covid-19,” jelas Fitri.
Peserta workshop diharapkan ibu-ibu yang nantinya akan rajin mendongeng atau bercerita untuk anaknya. “Kami juga mengharapkan peserta dari PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) di kecamatan hingga jajaran dibawahnya. Sebelumnya sudah dilaksanakan workshop September 2021 lalu diikuti sebanyak 30 orang,” papar Fitri lagi.
“Masing-masing daerah harus melaksanakan pertunjukan dongeng dan workshop secara luring. Untuk kegiatan di Samarinda berlangsung tanggal 17 besok, di Muara Badak tanggal 22 November dan terakhir di Samarinda lagi 27 November,” paparnya.
Untuk acara dongeng 100 titik di Indonesia berlangsung secara daring menghadirkan Awam Prakoso selaku Founder Kampung Dongeng Indonesia pada 28 November nanti.
Seluruh Kampung dongeng yang ada di daerah dari Aceh sampai Jayapura akan berpartisipasi sedangkan untuk Kalimantan ada Kado Etam Kaltim, Kado Intan Kalsel dan Kado Pontianak Kalbar.
“Pertunjukan dongeng dilaksanakan daring melalui aplikasi Zoom juga dihadiri kampung dongeng dari Samarinda, Balikpapan, Pasir, Kutai Timur, Berau, Kota Bangun dan Muara Badak,” sebutnya.
Editor: Aspian Nur
Setiap tanggal 28 Nopember diperingati sebagai Hari Dongeng untuk mengenang jasa Suyadi tersebut dan digelar dongeng secara serentak di 100 titik di Indonesia secara daring (dalam jaringan atau online) yang tahun ini memasuki tahun ke-3.
Terkait hal itu Kampung Dongeng (Kado) di Kalimantan Timur pun ambil bagian. Rabu (17/11/2021) besok, mereka mengawalinya dengan menggelar Workshop Bunda Mendongeng.
Kegiatan ini berlangsung di Ruang Balai Pustaka Perpustakaan dan Kearsipan Kaltim di Jalan Ir H Juanda Samarinda.
Ketua Kado Etam Kaltim Fitri Susilowati didampingi Setiawati kepada Korankaltim.com Selasa (16/11/2021) pagi tadi menjelaskan, workshop besok berlangsung secara luar jaringan atau luring alias tatap muka.
“Untuk di Samarinda workshop berlangsung secara luring atau tatap muka, saya jadi nara sumber dibantu pendongeng seperti Kak Wati, Kak Tini, Kak Icha dan beberapa lainnya. Targetnya sekitar 50 orang bisa mengikuti kegiatan ini mengingat saat ini masih masa pandemic Covid-19,” jelas Fitri.
Peserta workshop diharapkan ibu-ibu yang nantinya akan rajin mendongeng atau bercerita untuk anaknya. “Kami juga mengharapkan peserta dari PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) di kecamatan hingga jajaran dibawahnya. Sebelumnya sudah dilaksanakan workshop September 2021 lalu diikuti sebanyak 30 orang,” papar Fitri lagi.
“Masing-masing daerah harus melaksanakan pertunjukan dongeng dan workshop secara luring. Untuk kegiatan di Samarinda berlangsung tanggal 17 besok, di Muara Badak tanggal 22 November dan terakhir di Samarinda lagi 27 November,” paparnya.
Untuk acara dongeng 100 titik di Indonesia berlangsung secara daring menghadirkan Awam Prakoso selaku Founder Kampung Dongeng Indonesia pada 28 November nanti.
Seluruh Kampung dongeng yang ada di daerah dari Aceh sampai Jayapura akan berpartisipasi sedangkan untuk Kalimantan ada Kado Etam Kaltim, Kado Intan Kalsel dan Kado Pontianak Kalbar.
“Pertunjukan dongeng dilaksanakan daring melalui aplikasi Zoom juga dihadiri kampung dongeng dari Samarinda, Balikpapan, Pasir, Kutai Timur, Berau, Kota Bangun dan Muara Badak,” sebutnya.
Editor: Aspian Nur