“Alhamdulillah pada hari pertama kegiatan PTM terbatas berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan walaupun belum 100 persen, tetap ke depannya akan kami evaluasi apa kekurangannya dipertemuan pertama, memang kalau diamati masih perlu pembiasaan, siswa harus mengetahui dimana kelasnya,” kata Arqam kepada korankaltim.com, Kamis (21/10/2021).
Untuk memulai PTM secara terbatas ini, tahapan demi tahapan telah ditempuh oleh sekolah yang yang terletak di Jalan Danau Aji, Tenggarong, samping Kantor Dinas Koperasi UKM Kukar ini diantaranya bersurat dengan satgas Covid-19 dan UPT Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kecamatan Tenggarong serta telah mendapatkan surat persetujuan dari wali murid dan juga guru.
“Alhamdulillah kami sudah mengikuti arahan dari pemerintah, surat persetujuan dari wali murid, kemudian persetujuan dari guru, dan selanjutnya sarana prasarana kita siapkan dan lengkapi seperti thermogun, sabun cuci tangan dan sebagainya,” papar Arqam.
Untuk teknis pembelajarannya didalam kelas, SD Muhammadiyah juga menerapkan arahan dari pemerintah yakni siswa yang hadir di kelas hanya 50 persen dari total jumlah keseluruhan dalam satu rombongan belajar (rombel).
“50 persen yang hadir kami bagi dengan teknis ganjil genap, Senin Rabu Jumat untuk yang ganjil, Selasa Kamis Sabtu untuk yang genap. Untuk jamnya diberlakukan satu setengah jam untuk kelas 1-3 bagi kelas 4-6 itu 2,5 jam tanpa ada istirahat. Jadi anak-anak kami wajibkan membawa air minum dari rumah,” tutup Arqam.
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor: Aspian Nur
“Alhamdulillah pada hari pertama kegiatan PTM terbatas berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan walaupun belum 100 persen, tetap ke depannya akan kami evaluasi apa kekurangannya dipertemuan pertama, memang kalau diamati masih perlu pembiasaan, siswa harus mengetahui dimana kelasnya,” kata Arqam kepada korankaltim.com, Kamis (21/10/2021).
Untuk memulai PTM secara terbatas ini, tahapan demi tahapan telah ditempuh oleh sekolah yang yang terletak di Jalan Danau Aji, Tenggarong, samping Kantor Dinas Koperasi UKM Kukar ini diantaranya bersurat dengan satgas Covid-19 dan UPT Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kecamatan Tenggarong serta telah mendapatkan surat persetujuan dari wali murid dan juga guru.
“Alhamdulillah kami sudah mengikuti arahan dari pemerintah, surat persetujuan dari wali murid, kemudian persetujuan dari guru, dan selanjutnya sarana prasarana kita siapkan dan lengkapi seperti thermogun, sabun cuci tangan dan sebagainya,” papar Arqam.
Untuk teknis pembelajarannya didalam kelas, SD Muhammadiyah juga menerapkan arahan dari pemerintah yakni siswa yang hadir di kelas hanya 50 persen dari total jumlah keseluruhan dalam satu rombongan belajar (rombel).
“50 persen yang hadir kami bagi dengan teknis ganjil genap, Senin Rabu Jumat untuk yang ganjil, Selasa Kamis Sabtu untuk yang genap. Untuk jamnya diberlakukan satu setengah jam untuk kelas 1-3 bagi kelas 4-6 itu 2,5 jam tanpa ada istirahat. Jadi anak-anak kami wajibkan membawa air minum dari rumah,” tutup Arqam.
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor: Aspian Nur