Meski anak penyandang disabilitas (berkebutuhan khusus) Tunarungu, hal tersebut tak menyurutkan semangat dalam diri Nisa untuk meraih prestasi khususnya dibidang kesenian menggambar atau melukis.
Sejumlah prestasi telah diraih Nisa. Pertama, memenangkan ajang tahunan Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) yang diselenggarakan Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kemendikbud Ristek.
"Untuk total dua Kali menjadi juara 1 tingkat Provinsi. Tahun lalu Nisa juara 1 dan tahun ini juga kembali mendapatkan juara 1," kata Yuliarti Rahayu, Wali Kelas Nisa didampingi Guru Kelas, Ade Putri kepada korankaltim.com, Jumat (15/10/2021).
Dari FLS2N di tingkat provinsi, Nisa kembali berhasil memperoleh juara 2 di tingkat nasional.
"Kemudian atas hasil di tingkat provinsi kemudian melaju di tingkat nasional, untuk FLS2N mewakili Kalimantan timur dan Alhamdulillah memperoleh juara 2 di tingkat nasional," ucapnya.
Dari juara itu, Nisa kembali sebagai pemenang Nasional pada Sayembara Buku Harian Bergambar (BHB=ENIKKI) dan akan mengikuti kompetisi di tingkat Internasional.
"Kemudian untuk yang ENIKKI diambil dari peserta FLS2N, perwakilan dari FLS2N yang juara satu dan dua. Alhamdulillah Nisa terpilih untuk ikut lomba enikki di Jepang. Yang jelas yang mewakili Indonesia hanya delapan orang dan salah satunya adalah Nisa" bebernya.
Ade Putri menjelaskan, dari delapan orang dalam mewakili Indonesia tidak semua penyandang disabilitas, melainkan juga dari anak-anak umum reguler lainnya sehingga bisa dikatakan kompetensi yang diikuti oleh Nisa merupakaan kompetisi umum. Berbeda dengan FLS2N yang terdapat katagori umum dan khusus.
"Kita karena Sekolah Luar Biasa, jadi ikutnya yang khusus, untuk perwakilan yang ENIKKI kita campur (umum)," jelasnya.
Perlu diketahui, ENIKKI adalah Buku Harian Bergambar (BHB) yang menceritakan peristiwa atau kejadian sehari-hari dalam bentuk lukisan dan disertai penjelasan singkat berupa tulisan.
ENIKKI merupakan istilah dari bahasa Jepang yang berasal dari kata e yang berarti gambar dan nikki yang berarti catatan harian atau jurnal.
Sayembara Buku Harian Bergambar Enikki dilaksanakan sejak tahun 1990. Peserta sayembara tersebut adalah anak-anak dari 24 negara di Asia.
Diakuinya Nisa memliki bakat kesenian gambar di atas -atas rata dengan yang lainnya. Sehingga dalam hal ini pihaknya hanya bisa menggali dan mendorong potensi siswa didiknya tersebut.
" Alhamdulillah Nisa sekarang sudah bisa di arahkan. Kami juga berharap kepada Nisa bisa lebih baik lagi dari sekarang dan tetap menggali kemampuannya tidak hanya dibidang lukisan saja. Sehingga kedepan dia sudah memiliki bekal ketika turun di masyarakat," jelasnya.
Dirinya juga memberikan semangat kepada penyandang disibilitas lainnya agar tetap semangat dan tidak mudah berputus asa.
"Mudah-mudahan bisa menjadi inspirasi untuk yang lainnya, tak semua penyandang disibilitas itu tidak bisa. Hal tersebut terbukti pada Nisa bisa meraih prestasi. Namun yang tak kalah penting untuk menggali potensi anak harus dibutuhkan ke sabaran dan kerja sama yang baik dari orang -orang terkdekatnya," bebernya.
Usep Komarudin, Ayah Nisa menambahkan, keseharian Nisa memang suka menggambar secara otodidak.
"Kami sebagai orang tua kalau anak berprestasi yang tentu sangat bangga sekali. Karena kami sebagai orang tua akan mensupport apa yang kami bisa," pungkasnya.
Penulis : Muhammad Rizieq
Editor : Bambang Irawan
Yuk Tonton Videonya Walll....
Meski anak penyandang disabilitas (berkebutuhan khusus) Tunarungu, hal tersebut tak menyurutkan semangat dalam diri Nisa untuk meraih prestasi khususnya dibidang kesenian menggambar atau melukis.
Sejumlah prestasi telah diraih Nisa. Pertama, memenangkan ajang tahunan Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) yang diselenggarakan Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kemendikbud Ristek.
"Untuk total dua Kali menjadi juara 1 tingkat Provinsi. Tahun lalu Nisa juara 1 dan tahun ini juga kembali mendapatkan juara 1," kata Yuliarti Rahayu, Wali Kelas Nisa didampingi Guru Kelas, Ade Putri kepada korankaltim.com, Jumat (15/10/2021).
Dari FLS2N di tingkat provinsi, Nisa kembali berhasil memperoleh juara 2 di tingkat nasional.
"Kemudian atas hasil di tingkat provinsi kemudian melaju di tingkat nasional, untuk FLS2N mewakili Kalimantan timur dan Alhamdulillah memperoleh juara 2 di tingkat nasional," ucapnya.
Dari juara itu, Nisa kembali sebagai pemenang Nasional pada Sayembara Buku Harian Bergambar (BHB=ENIKKI) dan akan mengikuti kompetisi di tingkat Internasional.
"Kemudian untuk yang ENIKKI diambil dari peserta FLS2N, perwakilan dari FLS2N yang juara satu dan dua. Alhamdulillah Nisa terpilih untuk ikut lomba enikki di Jepang. Yang jelas yang mewakili Indonesia hanya delapan orang dan salah satunya adalah Nisa" bebernya.
Ade Putri menjelaskan, dari delapan orang dalam mewakili Indonesia tidak semua penyandang disabilitas, melainkan juga dari anak-anak umum reguler lainnya sehingga bisa dikatakan kompetensi yang diikuti oleh Nisa merupakaan kompetisi umum. Berbeda dengan FLS2N yang terdapat katagori umum dan khusus.
"Kita karena Sekolah Luar Biasa, jadi ikutnya yang khusus, untuk perwakilan yang ENIKKI kita campur (umum)," jelasnya.
Perlu diketahui, ENIKKI adalah Buku Harian Bergambar (BHB) yang menceritakan peristiwa atau kejadian sehari-hari dalam bentuk lukisan dan disertai penjelasan singkat berupa tulisan.
ENIKKI merupakan istilah dari bahasa Jepang yang berasal dari kata e yang berarti gambar dan nikki yang berarti catatan harian atau jurnal.
Sayembara Buku Harian Bergambar Enikki dilaksanakan sejak tahun 1990. Peserta sayembara tersebut adalah anak-anak dari 24 negara di Asia.