Rahmad Mas'ud memantau PTM di Sekolah Dasar (SD) Negeri 003 Balikpapan Kota Jl Wiluyo Puspoyudo RT 12 No 63, Klandasan Ulu, Senin (11/10/2021).
Rahmad Mas'ud mengatakan untuk mengantisipasi jika ada yang terindikasi terpapar Covid-19, siswa maupun guru tersebut harus segera dipulangkan.
"Kita kan sudah deteksi, artinya kalau ada yang konfirmasi harus paling tidak dipulangkan, Ya kita harus bisa isolasi dan harus di Testing, Tracing dan Treatment juga, sehingga penyebaran ini bisa kita putuskan," kata Rahmad Mas'ud kepada awak media pada saat meninjau di sekolah.
Tak hanya memulangkan yang terindikasi terpapar Covid-19, Sekolah itu juga wajib menutup kegiatan PTM jika ada yang terkonfirmasi Covid-19.
"Kita berdoa jangan ada lah. Kalau umpannya ada yang terkonfirmasi, ya pasti sekolah ditutup dulu, kelasnya itu yang satu kelas itu yang akan ditutup dan ditracking," tandasnya.
Rahmad Mas'ud menyebutkan, semua sekolah di Balikpapan saat ini melaksanakan kegiatan PTM, dengan protokol yang telah ditetapkan pemerintah kota. Yaitu dengan kapasitas 50 persen dan per kelas hanya diberikan dua hari pertemuan dalam satu minggu.
"Artinya semua inikan percobaan, karena belum 100 persen kan, kita lihat dulu dicoba 50 persen. Sehingga perencanaan tatap muka untuk full nanti ya kita lihat dari situasi dan kondisi awal ini, mudah-mudahan tidak ada klaster-klaster di sekolah," ucapnya.
Kepala SDN 003 Balikpapan Kota, Puji Sadarani mengatakan hari pertama masuk sekolah dari kelas 1 dan kelas 2.
Ia menerangkan pihaknya telah menerapkan protokol kesehatan sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh pemerintah kota.
"Tentunya pengawasan dari pihak sekolah sangat-sangat ketat, baik bapak ibu guru, baik dari kelengkapan protokol kesehatan, keamanan di sekolah itu," tandas Puji.
Ia menjelaskan, pengawasan dilakukan oleh tiap guru kelas masing-masing. Sehingga guru tersebut dapat melakukan tindakan jika ada protokol kesehatan yang tidak dilakukan.
Lanjut Puji Sadarani, sekolah juga tidak membenarkan untuk saling pinjam meminjam alat tulis dan dianjurkan untuk tidak membawa bekal dari rumah, karena jika makan di sekolah itu membuka masker dengan waktu yang lama.
"Jadi sarapannya itu dari rumah, mereka hanya membawa air mineral," pungkasnya.
Penulis : Muhammad Rizieq
Editor : Bambang Irawan
Rahmad Mas'ud memantau PTM di Sekolah Dasar (SD) Negeri 003 Balikpapan Kota Jl Wiluyo Puspoyudo RT 12 No 63, Klandasan Ulu, Senin (11/10/2021).
Rahmad Mas'ud mengatakan untuk mengantisipasi jika ada yang terindikasi terpapar Covid-19, siswa maupun guru tersebut harus segera dipulangkan.
"Kita kan sudah deteksi, artinya kalau ada yang konfirmasi harus paling tidak dipulangkan, Ya kita harus bisa isolasi dan harus di Testing, Tracing dan Treatment juga, sehingga penyebaran ini bisa kita putuskan," kata Rahmad Mas'ud kepada awak media pada saat meninjau di sekolah.
Tak hanya memulangkan yang terindikasi terpapar Covid-19, Sekolah itu juga wajib menutup kegiatan PTM jika ada yang terkonfirmasi Covid-19.
"Kita berdoa jangan ada lah. Kalau umpannya ada yang terkonfirmasi, ya pasti sekolah ditutup dulu, kelasnya itu yang satu kelas itu yang akan ditutup dan ditracking," tandasnya.
Rahmad Mas'ud menyebutkan, semua sekolah di Balikpapan saat ini melaksanakan kegiatan PTM, dengan protokol yang telah ditetapkan pemerintah kota. Yaitu dengan kapasitas 50 persen dan per kelas hanya diberikan dua hari pertemuan dalam satu minggu.
"Artinya semua inikan percobaan, karena belum 100 persen kan, kita lihat dulu dicoba 50 persen. Sehingga perencanaan tatap muka untuk full nanti ya kita lihat dari situasi dan kondisi awal ini, mudah-mudahan tidak ada klaster-klaster di sekolah," ucapnya.
Kepala SDN 003 Balikpapan Kota, Puji Sadarani mengatakan hari pertama masuk sekolah dari kelas 1 dan kelas 2.
Ia menerangkan pihaknya telah menerapkan protokol kesehatan sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh pemerintah kota.
"Tentunya pengawasan dari pihak sekolah sangat-sangat ketat, baik bapak ibu guru, baik dari kelengkapan protokol kesehatan, keamanan di sekolah itu," tandas Puji.
Ia menjelaskan, pengawasan dilakukan oleh tiap guru kelas masing-masing. Sehingga guru tersebut dapat melakukan tindakan jika ada protokol kesehatan yang tidak dilakukan.
Lanjut Puji Sadarani, sekolah juga tidak membenarkan untuk saling pinjam meminjam alat tulis dan dianjurkan untuk tidak membawa bekal dari rumah, karena jika makan di sekolah itu membuka masker dengan waktu yang lama.
"Jadi sarapannya itu dari rumah, mereka hanya membawa air mineral," pungkasnya.
Penulis : Muhammad Rizieq
Editor : Bambang Irawan