Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (DPKD) Kaltim Elto menyebutkan, DPKD Kaltim menindak lanjuti program terpusat itu dengan melakukan koordinasi serta menggelar diskusi dengan sejumlah mitra yang berlangsung secara daring (dalam jaringan) Kamis (2/9/2021) kemarin.
"Diskusi yang kami lakukan ini sebagai supaya memaksimalkan kegiatan dari Perpusnas itu," kata Elto.
Tujuan program yang digelar dengan menghadirkan fasilitator literasi Kaltim Setiawati ini untuk meningkatkan minat baca dikalangan masyarakat tahun demi tahunnya mengingat saat ini minat baca tergolong sangat rendah.
"Tujuannya supaya dapat meningkatkan minat baca tahun demi tahun karena meningkatkan minat baca tak bisa hanya dari kami saja, tentu perlu melibatkan stakeholder terkait," kata Elto lagi.
Untuk diketahui transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial itu bertujuan juga untuk memperkuat peran perpustakaan, sehingga kemampuan literasi masyarakat akan semakin meningkat yang nantinya bermuara pada kesejahteraan masyarakat.
Menjalin koordinasi yang intens DPKP Kaltim mengharapkan dukungan dari semua pihak terutama pemerintah pusat, apalagi berbicara mengenai sarana prasarana.
"Program ini juga sampai ke desa, kota dan kabupaten, agar mereka disana mempersiapkan sarana prasarana perpustakaan untuk mendukung program ini," jelas Elto.
Minat baca yang menurun saat ini diakuinya karena perkembangan teknologi yang sangat mempengaruhi masyarakat. "Kebanyakan saat ini membaca dengan menggunakan gadget, namun sasarannya ialah anak sekolah, kalau sudah sejak dini dicekoki dengan gadget sangat disayangkan karena mereka masih pada usia rentan," ungkapnya.
Karena itu DPKDP Kaltim mengimbau kepada seluruh masyarakat hingga penyedia perpustkaan untuk dapat memanfaatkan fasilitas membaca, terlebih kepada perpustakaan yang sudah memiliki fasilitas yang sangat memadai.
Penulis : Claudius Vico
Editor: Aspian Nur
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (DPKD) Kaltim Elto menyebutkan, DPKD Kaltim menindak lanjuti program terpusat itu dengan melakukan koordinasi serta menggelar diskusi dengan sejumlah mitra yang berlangsung secara daring (dalam jaringan) Kamis (2/9/2021) kemarin.
"Diskusi yang kami lakukan ini sebagai supaya memaksimalkan kegiatan dari Perpusnas itu," kata Elto.
Tujuan program yang digelar dengan menghadirkan fasilitator literasi Kaltim Setiawati ini untuk meningkatkan minat baca dikalangan masyarakat tahun demi tahunnya mengingat saat ini minat baca tergolong sangat rendah.
"Tujuannya supaya dapat meningkatkan minat baca tahun demi tahun karena meningkatkan minat baca tak bisa hanya dari kami saja, tentu perlu melibatkan stakeholder terkait," kata Elto lagi.
Untuk diketahui transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial itu bertujuan juga untuk memperkuat peran perpustakaan, sehingga kemampuan literasi masyarakat akan semakin meningkat yang nantinya bermuara pada kesejahteraan masyarakat.
Menjalin koordinasi yang intens DPKP Kaltim mengharapkan dukungan dari semua pihak terutama pemerintah pusat, apalagi berbicara mengenai sarana prasarana.
"Program ini juga sampai ke desa, kota dan kabupaten, agar mereka disana mempersiapkan sarana prasarana perpustakaan untuk mendukung program ini," jelas Elto.
Minat baca yang menurun saat ini diakuinya karena perkembangan teknologi yang sangat mempengaruhi masyarakat. "Kebanyakan saat ini membaca dengan menggunakan gadget, namun sasarannya ialah anak sekolah, kalau sudah sejak dini dicekoki dengan gadget sangat disayangkan karena mereka masih pada usia rentan," ungkapnya.
Karena itu DPKDP Kaltim mengimbau kepada seluruh masyarakat hingga penyedia perpustkaan untuk dapat memanfaatkan fasilitas membaca, terlebih kepada perpustakaan yang sudah memiliki fasilitas yang sangat memadai.
Penulis : Claudius Vico
Editor: Aspian Nur