Bunda PAUD Hj Rinda Wahyuni Andi Harun menyebutkan, perhatian terhadap murid PAUD harus terus dilakukan, terkhusus pada murid yang memasuki tahap transisi dari PAUD menuju ke Sekolah Dasar (SD) karena perbedaan antara masa itu harus dipersiapkan.
"Menurut saya kondisinya masih belum siap karena berdasarkan persentase masih 30 persen yang siap memasuki SD dari PAUD, jadi hal ini tentunya perlu di persiapkan," kata Rinda Kamis (2/9/2021) hari ini.
Kondisi pandemi Covid-19 yang mengharuskan pola pembelajaran dirubah menjadi metode daring (dalam jaringan) dinilai masih belum maksimal. "Makanya kami juga mengharapkan adanya PTM (Pembelajaran Tatap Muka)," sebut Rinda lagi.
Untuk kerjasama ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman dengan beberapa OPD berkaitan dengan porsi kerja masing-masing OPD, diantaranya yaitu Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2PA) dan Dinas Sosial.
Sementara Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Samarinda, Asli Nuryadin membeberkan tingkat Angka Partisipasi Kasar (APK) di Samarinda masih sangat rendah, namun indikator itu rendah karena sejauh ini PAUD yang tersebar di Samarinda masih terbilang kurang, sehingga jika ditambahkan maka APK tersebut juga dengan sendirinya akan meningkat. "Kalau bisa sampai tiap RT punya PAUD," harap Asli.
Penulis : Claudius Vico
Editor: Aspian Nur
Bunda PAUD Hj Rinda Wahyuni Andi Harun menyebutkan, perhatian terhadap murid PAUD harus terus dilakukan, terkhusus pada murid yang memasuki tahap transisi dari PAUD menuju ke Sekolah Dasar (SD) karena perbedaan antara masa itu harus dipersiapkan.
"Menurut saya kondisinya masih belum siap karena berdasarkan persentase masih 30 persen yang siap memasuki SD dari PAUD, jadi hal ini tentunya perlu di persiapkan," kata Rinda Kamis (2/9/2021) hari ini.
Kondisi pandemi Covid-19 yang mengharuskan pola pembelajaran dirubah menjadi metode daring (dalam jaringan) dinilai masih belum maksimal. "Makanya kami juga mengharapkan adanya PTM (Pembelajaran Tatap Muka)," sebut Rinda lagi.
Untuk kerjasama ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman dengan beberapa OPD berkaitan dengan porsi kerja masing-masing OPD, diantaranya yaitu Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2PA) dan Dinas Sosial.
Sementara Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Samarinda, Asli Nuryadin membeberkan tingkat Angka Partisipasi Kasar (APK) di Samarinda masih sangat rendah, namun indikator itu rendah karena sejauh ini PAUD yang tersebar di Samarinda masih terbilang kurang, sehingga jika ditambahkan maka APK tersebut juga dengan sendirinya akan meningkat. "Kalau bisa sampai tiap RT punya PAUD," harap Asli.
Penulis : Claudius Vico
Editor: Aspian Nur