Seperti diutarakan Kepala SMPN 4 Samarinda, Mohammad Karim menuturkan, meski anak didiknya disibukan dengan berbagai kegiatan latihan, pembinaan persiapan lomba baik itu nasional atau internasional, tidak pernah ketinggalan pelajaran.
Kata dia, setelah usia mengikuti segala event anak-anak itu langsung mengajar ketertinggalannya. “Baik itu melalui bimbingan belajar (bimbel) atau dengan wali kelas menanyakan pelajaran apa saja yang tertinggal untuk dipelajari,” ucapnya.
Dia pun mengaku merasa bangga ditengah kesibukan anak-anak dalam mengikuti segala macam kegiatan diluar non-akademis. Mereka tetap fokus pada pendidikannya.
“Tentunya bangga. Mereka sudah berlatih berjuang untuk ikut pertandingan demi mengharumkan nama sekolah, daerah dan provinsinya. Sekarang ini ada satu anak didik kami mengikuti lomba catur di Banda Aceh,” ungkap Karim. (sn318)
Seperti diutarakan Kepala SMPN 4 Samarinda, Mohammad Karim menuturkan, meski anak didiknya disibukan dengan berbagai kegiatan latihan, pembinaan persiapan lomba baik itu nasional atau internasional, tidak pernah ketinggalan pelajaran.
Kata dia, setelah usia mengikuti segala event anak-anak itu langsung mengajar ketertinggalannya. “Baik itu melalui bimbingan belajar (bimbel) atau dengan wali kelas menanyakan pelajaran apa saja yang tertinggal untuk dipelajari,” ucapnya.
Dia pun mengaku merasa bangga ditengah kesibukan anak-anak dalam mengikuti segala macam kegiatan diluar non-akademis. Mereka tetap fokus pada pendidikannya.
“Tentunya bangga. Mereka sudah berlatih berjuang untuk ikut pertandingan demi mengharumkan nama sekolah, daerah dan provinsinya. Sekarang ini ada satu anak didik kami mengikuti lomba catur di Banda Aceh,” ungkap Karim. (sn318)