“Ada 22 guru. SMK Sinar Abadi telah menggunakan Kurikulum 2013 (K13) dan juga kegiatan ekstrakulikuler olahraga,” terangnya, Jumat (10/8) di Melak.
Awang mengakui sekolahnya sangat memerlukan anggaran untuk pembangunan dan pengadaan fasilitas bagi siswa guna menunjang proses belajar-mengajar.
“Utama untuk pengerasan halaman sekolah dengan semenisasi beton. Saat cuaca hujan tidak bisa melaksanakan upacara maupun olahraga karena lapangan berlumpur,” tuturnya.
Dia menambahkan, anggaran berupa Bantuan Operasional Sekolah (BOS) hanya cukup untuk pengadaan peralatan sekolah. Meski SMK Sinar Abadi merupakan sekolah swasta, namun pihaknya tak memungut uang bulanan kepada siswa.
“Berharap agar SMK Sinar Abadi menapat bantuan dari pemerintah. Terutama dalam menunjang pembangunan fisik dilingkup sekolah ini. Karena setiap tahun minat masyarakat menyekolahkan anak-anaknya ke sekolah ini sangat besar,” urainya.(imr)
“Ada 22 guru. SMK Sinar Abadi telah menggunakan Kurikulum 2013 (K13) dan juga kegiatan ekstrakulikuler olahraga,” terangnya, Jumat (10/8) di Melak.
Awang mengakui sekolahnya sangat memerlukan anggaran untuk pembangunan dan pengadaan fasilitas bagi siswa guna menunjang proses belajar-mengajar.
“Utama untuk pengerasan halaman sekolah dengan semenisasi beton. Saat cuaca hujan tidak bisa melaksanakan upacara maupun olahraga karena lapangan berlumpur,” tuturnya.
Dia menambahkan, anggaran berupa Bantuan Operasional Sekolah (BOS) hanya cukup untuk pengadaan peralatan sekolah. Meski SMK Sinar Abadi merupakan sekolah swasta, namun pihaknya tak memungut uang bulanan kepada siswa.
“Berharap agar SMK Sinar Abadi menapat bantuan dari pemerintah. Terutama dalam menunjang pembangunan fisik dilingkup sekolah ini. Karena setiap tahun minat masyarakat menyekolahkan anak-anaknya ke sekolah ini sangat besar,” urainya.(imr)