Selasa, 18/08/2026
Selasa, 18/08/2026
Sejumlah peserta karnaval turut mengabdikan momen di sela-sela kegiatan di halaman Kantor Camat Sangatta Utara. (Foto: Zulhamri/Korankaltim.com)
Selasa, 18/08/2026

Sejumlah peserta karnaval turut mengabdikan momen di sela-sela kegiatan di halaman Kantor Camat Sangatta Utara. (Foto: Zulhamri/Korankaltim.com)
Penulis: Zulhamri
KORANKALTIM.COM, SANGATTA - Ratusan anak Taman Kanak-kanak (TK) di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) berbaris rapi dalam balutan busana kreasi saat mengikuti karnaval dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI).
Para peserta tidak sekadar menjadi bagian dari kemeriahan peringatan kemerdekaan. Kegiatan tersebut juga menjadi sarana edukasi untuk mengenalkan nilai perjuangan, nasionalisme serta rasa cinta terhadap tanah air sejak usia dini.
Ketua Panitia Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia (IGTKI) Kutim, Elyza mengatakan, karnaval tersebut merupakan bagian dari program kerja kepengurusan IGTKI Kutim periode 2024–2029 yang diselaraskan dengan momentum HUT ke-81 RI.
Meski terdapat sejumlah sekolah yang berhalangan mengikuti kegiatan, antusiasme peserta tetap tinggi. Sebanyak 37 sekolah ambil bagian dengan melibatkan ratusan anak dan pendamping.
“Total peserta yang ikut dalam kegiatan ini sebanyak 555 anak dari 37 sekolah. Mereka juga didampingi 115 orang yang terdiri dari guru dan unsur komite,” ujar Elyza.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya diarahkan sebagai ajang hiburan atau unjuk kreativitas. Lebih dari itu, karnaval menjadi media pembelajaran yang dikemas melalui suasana menyenangkan agar anak-anak mulai memahami makna perjuangan dan kemerdekaan.
“Kami ingin anak-anak mengenal perjuangan sejak dini. Sehingga tumbuh rasa cinta tanah air dan semangat patriotisme,” katanya.
Dalam karnaval tersebut, anak-anak tampil percaya diri mengenakan beragam busana. Mulai dari pakaian adat nusantara hingga kostum yang menggambarkan berbagai profesi. Kreativitas juga ditunjukkan para guru dan orang tua yang turut mendampingi sekaligus mengenakan busana kreasi.
“Semangat kemerdekaan sangat terasa melalui kebersamaan yang terbangun sepanjang pelaksanaan karnaval,” ungkapnya.
Karnaval tersebut bukan hanya menghadirkan warna-warni busana dan keceriaan anak-anak menjadi simbol estafet kemerdekaan, bahwa masa depan bangsa akan berada di tangan generasi yang sejak dini telah dikenalkan pada perjuangan, persatuan dan kebanggaan menjadi bagian dari Indonesia.
Sementara itu, Wakil Bupati Kutim Mahyunadi menilai kegiatan semacam itu memiliki nilai penting dalam membentuk karakter generasi sejak usia paling dasar. Menurutnya, nasionalisme, kebersamaan dan kecintaan terhadap bangsa harus diperkenalkan secara bertahap kepada anak-anak.
“Semangat mencintai bangsa dan merasa bangga sebagai bagian dari Republik Indonesia harus kita tumbuhkan sejak mereka masih berada di pendidikan usia dini,” katanya.
Ia menyebut penanaman nilai tersebut sejalan dengan upaya Pemkab Kutim dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang berakhlak mulia, sehat, cerdas dan berprestasi.
Mahyunadi melihat karnaval sebagai salah satu cara sederhana namun efektif untuk membangun rasa percaya diri sekaligus memperkenalkan keberagaman Indonesia kepada anak-anak.
“Mereka belajar mengenal keberagaman, kebersamaan dan perjuangan. Harapannya, mereka tumbuh menjadi generasi yang mencintai daerah sekaligus bangsanya,” tutupnya.
Editor: Erwin
Selasa, 18/08/2026
Sejumlah peserta karnaval turut mengabdikan momen di sela-sela kegiatan di halaman Kantor Camat Sangatta Utara. (Foto: Zulhamri/Korankaltim.com)
TERPOPULER