“Yang kami kejar bukan hanya angka pelanggaran, tetapi perubahan perilaku. Kalau masyarakat sudah sadar pentingnya keselamatan maka angka kecelakaan bisa ditekan dengan sendirinya,” ujarnya, Minggu (8/2/2026).
Lanjutnya, hari libur sering kali dimanfaatkan masyarakat untuk bepergian bersama keluarga, sehingga risiko kepadatan arus kendaraan dan potensi kecelakaan juga meningkat.
Karena itu, personel diminta lebih responsif terhadap situasi di lapangan sehingga kehadiran polisi benar-benar dirasakan.
"Bukan sekadar berdiri di simpang jalan tetapi mampu memberi solusi cepat ketika terjadi kemacetan maupun insiden kecil yang bisa memicu antrean panjang,” jelasnya.
Pendekatan humanis tetap menjadi prioritas. Personel diinstruksikan mengedepankan teguran persuasif dan edukasi keselamatan berkendara, khususnya kepada pengendara muda yang dinilai rentan melakukan pelanggaran.
"Penindakan tegas tetap diberlakukan bagi pelanggaran berat yang berpotensi menimbulkan kecelakaan fatal," jelas dia.
Polres Kutim berharap Operasi Keselamatan 2026 mampu menciptakan situasi lalu lintas yang aman, tertib dan nyaman bagi masyarakat selama masa libur berlangsung.
"Penugasan yang telah ditentukan mencakup jalur utama perkotaan, kawasan wisata, pusat perbelanjaan hingga area yang kerap dijadikan lokasi balap liar," pungkasnya.
Editor: Erwin