“Progresnya terus berjalan. Penyelesaian bangunan akan segera digenjot dengan mengalokasikan skema anggaran yang diperlukan,” kata Kasmidi.
Kasmidi optimistis pembangunan Pelabuhan Kenyamukan dapat segera rampung sehingga dapat digunakan sesuai peruntukannya. “Sebelumnya memang terkendala pelimpahan aset. Nah, sekarang ini aset itu sudah seluruhnya milik daerah. Jadi segera kita selesaikan pembangunannya,” sebutnya.
Dengan adanya pelabuhan diharapkan mempermudah akses perekonomian khususnya jalur tol laut. “Memang tak bisa dipungkiri, ada beberapa program yang belum direalisasikan di tahun-tahun sebelumnya. Makanya ini ikhtiar kami yang telah dimandatkan kembali untuk memimpin Kutim untuk melanjutkan program-program yang belum terselesaikan,” sebut Kasmidi lagi.
Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kutim Rizali Hadi juga optimis dengan pembiayaan akan dimulai di APBD Perubahan (APBD-P) 2021. “Memang proyek penyelesaian pelabuhan menjadi prioritas Pemkab Kutim. Jadi dipastikan tak akan mangkrak pembangunannya,” kata Rizali.
Bahkan dirinya memperkirakan progres proyek tersebut akan dilanjutkan melalui APBD-P mendatang. Karena sudah jadi aset Kutim, sehingga memang harus dikerjakan. “Sebab dikhawatirkan jika progres penyelesaian terlalu lama, akan dicabut statusnya menjadi tol laut. Makanya perlu pembahasan khusus terkait alokasi anggaran yang dipakai nanti,” jelas Rizali lagi.
Namun diperkirakan besaran anggaran yang diperlukan ditaksir mencapai Rp33 miliar untuk menyelesaikan causeway tersebut. Penyelesaian causeway lebih diutamakan agar dapat menghubungkan antara dermaga dengan sisi darat. Termasuk pembangunan terminal penumpang supaya lebih mudah mengangkut material masuk melalui jalur laut.
Penulis: */ Zulhamrie
Editor: Aspian Nur