Tahun Depan, Kutim Fokus Bayar Utang
1 menit baca304 kali dibaca

KORANKALTIM.COM, SANGATTA - Di tengah terbatasnya keuangan daerah, Kabupaten Kutai Timur (Kutim) akan memaksimalkan belanja APBD murni 2021 untuk membayar utang, dan gaji pegawai.
Meski demikian, Pjs Bupati Kutim M Jauhar Effendi mengatakan, APBD murni 2021 bisa balance atau seimbang antara pendapatan dan belanja daerah.
“Anggaran memang terbatas sekali sehingga harus melihat skala prioritas. Biaya operasional belanja modal dan publik, termasuk bayar utang akan dikaji mendalam,” kata Jauhar, ditemui usai Rapat paripurna penyampaian nota penjelasan pemerintah terkait Rancangan Anggaran Pemerintah Belanja Daerah (RAPBD) tahun anggaran 2021 digelar DPRD Kutim, Senin (19/10/2020) kemarin.
Sebelumnya Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) RAPBD Kutim 2021 disepakti Rp2,6 triliun.
Rinciannya, pendapatan asli daerah sebesar Rp185 miliar, dana transfer sebesar Rp2,4 triliun dan lain-lain pendapatan daerah yang sah sebesar Rp 27 miliar.
Sedangkan belanja daerah dialokasikan Rp2,6 triliun yang direncanakan untuk belanja operasi Rp1, 3 Triliun, belanja modal Rp1,01 Triliun, belanja tak terduga Rp1,5 Miliar serta belanja transfer Rp304 Miliar.
“Diprioritaskan untuk membayar utang-utang dan pembayaran gaji pegawai. Paling tidak utang dulu yang menjadi fokus utama penyelesaian,” sebutnya.
Sementara untuk anggaran sesuai amanah undang-undang, seperti 20 persen untuk pendidikan akan disesuaikan. Sebab ketentuan itu merupakan kewajiban.[]
Penulis : Zulhamri
Editor : Rusdi
*Berita ini, telah terbit pada Koran Kaltim versi cetak, edisi Selasa 20 Oktober 2020, dengan judul "APBD 2021, Kutim Fokus Bayar Utang dan Gaji Pegawai,"










