Hal itu disampaikan Jauhar saat menerima Tim Padiatapa atau Free Prior and Informed Consent (FPIC) untuk pelaksanaan program penurunan emisi GRK melalui Forest Carbon Partnership Facility - Carbon Fund (FCPF-CF) Kutim-2. Di Kutim sendiri ada beberapa Tim FPIC.
Enam desa yang menyatakan sepakat bergabung dalam program ini berasal dari dua kecamatan, yakni Kecamatan Kombeng ada Desa Miau Baru, Kecamatan Muara Wahau ada Desa Dabeq, Long Wehea, Diak Lai, Benhes, dan Desa Nehes Liah Bing.
Kehadiran Tim FPIC Kutim-2 menemui Pjs Bupati Kutim adalah untuk melaporkan hasil pelaksanaan Padiatapa yang telah dilakukan di Kecamatan Muara Wahau dan Kecamatan Kombeng.
Jauhar mendukung langkah Pemprov Kaltim untuk menurunkan emisi GRK, apalagi diketahui kegiatan REDD+ melalui FCPF-CF ini terdapat beberapa komponen baik yang terkait dengan tata kelola lahan hingga keberlanjutan untuk masyarakat.
Seperti untuk memperbaiki tata kelola perizinan, penyelesaian konflik tenurial, percepatan pengakuan masyarakat adat, penguatan perencanaan desa, pengembangan mata pencaharian alternatif, kemitraan konservasi perhutanan sosial, dan lainnya.
Kutim merupakan kabupaten terluas dari kabupaten lain di Kaltim dan sebagian wilayahnya masih memiliki kawasan hutan luas, sehingga melalui kegiatan ini salah satunya tentu untuk pembinaan guna memperkuat kapasitas kesatuan pengelolaan hutan (KPH).
Sementara Tim FPIC Kutim-2 yang menemui Jauhar terdiri atas empat orang, yakni Monica Kusneti, Bagus Saputra, Agus Setiawan, dan Nurlinda Isa. Monica Kusneti selaku Ketua Tim FPIC Kutim-2 memberikan masukan, yakni diharapkan Pemkab Kutim mengeluarkan Perbup tentang Pengelolaan Keuangan Desa agar dapat memasukkan kegiatan Proklim dan Penataan Tata Ruang Desa.
"Saya nilai Perbub ini penting agar desa dapat sepenuhnya mendukung Proklim, karena hal ini erat kaitannya dengan kewajiban desa, jika ke depan terlibat langsung dalam Proklim Plus," kata Monica. (*)
Editor: Aspian Nur
Berita ini sudah tayang di antaranews.com hari Kamis 15 Oktober 2020 dengan judul Enam desa di Kutim Sepakat Jalankan Proklim