Kegiatan yang dipimpin langsung Direktur Teknik Perumda Tirta Mahakam, Abdul Latif, tersebut menjadi langkah nyata perusahaan dalam memastikan distribusi air bersih berjalan lebih efisien sekaligus menjaga kualitas pelayanan kepada pelanggan.
Dari hasil pemeriksaan lapangan, tim NRW menemukan sembilan titik kebocoran pada sambungan rumah (SR) atau pipa dinas, serta satu titik kebocoran pada pipa distribusi berdiameter 3 inci. Selain itu, petugas juga menemukan satu titik yang terindikasi sebagai praktik pencurian air.
Temuan tersebut menjadi perhatian serius karena kebocoran maupun penggunaan air yang tidak sesuai ketentuan dapat memengaruhi kinerja jaringan dan mengurangi optimalisasi distribusi kepada pelanggan.
Direktur Teknik Perumda Tirta Mahakam, Abdul Latif didampingi Asisten Manajer Humas dan Protokol Henry Susanto mengatakan patroli malam merupakan bagian dari pengawasan teknis yang dilakukan secara berkelanjutan. Menurutnya, pemantauan pada malam hari membantu petugas mengidentifikasi persoalan jaringan secara lebih terarah, sehingga potensi kehilangan air dapat segera ditindaklanjuti.
“Pengendalian NRW bukan hanya soal menemukan kebocoran, tetapi bagaimana kita memastikan setiap air yang diproduksi dan didistribusikan bisa dimanfaatkan secara optimal. Karena itu, pengawasan langsung di lapangan harus terus dilakukan agar gangguan pada jaringan dapat diketahui lebih cepat,” katanya kepada Korankaltim.com, Minggu (8/11/2026).
Selain memeriksa kondisi fisik jaringan, tim juga melakukan pemantauan tekanan air pada sistem distribusi di wilayah DMA Loa Tebu. Hasil pengukuran menunjukkan tekanan pada input water meter DMA mencapai 2,99 bar, sementara tekanan pelayanan tertinggi tercatat 0,84 bar dan pada titik pelayanan terujung sebesar 0,43 bar.
Data tekanan tersebut menjadi bahan evaluasi teknis untuk melihat kondisi distribusi, terutama pada wilayah pelayanan yang berada di ujung jaringan.
Abdul Latif menegaskan, hasil patroli tidak berhenti sebatas pendataan. Setiap temuan akan menjadi bahan tindak lanjut bagi petugas teknis, baik untuk penanganan kebocoran, pemeriksaan indikasi penggunaan air ilegal, maupun evaluasi terhadap kondisi tekanan jaringan. Melalui patroli NRW secara rutin, Perumda Tirta Mahakam berupaya membangun sistem distribusi yang lebih terkontrol, mengurangi pemborosan air, serta meningkatkan keandalan pelayanan. Pengawasan langsung oleh tenaga teknis yang kompeten dan profesional pun menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan layanan air bersih bagi pelanggan di Tenggarong dan wilayah sekitarnya.
“Kami ingin pelayanan air bersih semakin baik dan merata. Setiap potensi kehilangan air harus ditangani, karena efisiensi jaringan sangat berkaitan dengan kemampuan perusahaan menjaga kontinuitas dan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” tutupnya.
Editor: Erwin
Kegiatan yang dipimpin langsung Direktur Teknik Perumda Tirta Mahakam, Abdul Latif, tersebut menjadi langkah nyata perusahaan dalam memastikan distribusi air bersih berjalan lebih efisien sekaligus menjaga kualitas pelayanan kepada pelanggan.
Dari hasil pemeriksaan lapangan, tim NRW menemukan sembilan titik kebocoran pada sambungan rumah (SR) atau pipa dinas, serta satu titik kebocoran pada pipa distribusi berdiameter 3 inci. Selain itu, petugas juga menemukan satu titik yang terindikasi sebagai praktik pencurian air.
Temuan tersebut menjadi perhatian serius karena kebocoran maupun penggunaan air yang tidak sesuai ketentuan dapat memengaruhi kinerja jaringan dan mengurangi optimalisasi distribusi kepada pelanggan.
Direktur Teknik Perumda Tirta Mahakam, Abdul Latif didampingi Asisten Manajer Humas dan Protokol Henry Susanto mengatakan patroli malam merupakan bagian dari pengawasan teknis yang dilakukan secara berkelanjutan. Menurutnya, pemantauan pada malam hari membantu petugas mengidentifikasi persoalan jaringan secara lebih terarah, sehingga potensi kehilangan air dapat segera ditindaklanjuti.
“Pengendalian NRW bukan hanya soal menemukan kebocoran, tetapi bagaimana kita memastikan setiap air yang diproduksi dan didistribusikan bisa dimanfaatkan secara optimal. Karena itu, pengawasan langsung di lapangan harus terus dilakukan agar gangguan pada jaringan dapat diketahui lebih cepat,” katanya kepada Korankaltim.com, Minggu (8/11/2026).
Selain memeriksa kondisi fisik jaringan, tim juga melakukan pemantauan tekanan air pada sistem distribusi di wilayah DMA Loa Tebu. Hasil pengukuran menunjukkan tekanan pada input water meter DMA mencapai 2,99 bar, sementara tekanan pelayanan tertinggi tercatat 0,84 bar dan pada titik pelayanan terujung sebesar 0,43 bar.
Data tekanan tersebut menjadi bahan evaluasi teknis untuk melihat kondisi distribusi, terutama pada wilayah pelayanan yang berada di ujung jaringan.
Abdul Latif menegaskan, hasil patroli tidak berhenti sebatas pendataan. Setiap temuan akan menjadi bahan tindak lanjut bagi petugas teknis, baik untuk penanganan kebocoran, pemeriksaan indikasi penggunaan air ilegal, maupun evaluasi terhadap kondisi tekanan jaringan. Melalui patroli NRW secara rutin, Perumda Tirta Mahakam berupaya membangun sistem distribusi yang lebih terkontrol, mengurangi pemborosan air, serta meningkatkan keandalan pelayanan. Pengawasan langsung oleh tenaga teknis yang kompeten dan profesional pun menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan layanan air bersih bagi pelanggan di Tenggarong dan wilayah sekitarnya.