Rapat berlangsung di Aula Polres Kukar lantai 3, Tenggarong ini dan dihadiri unsur TNI, Dinas Perhubungan, UPT Dispenda Kukar, Satpol PP, Jasa Raharja serta jajaran Satlantas Polres Kukar.
Dalam arahannya Fandoli menyebut Operasi Patuh Mahakam 2026 harus berjalan dengan mengedepankan sinergi, edukasi, dan pelayanan humanis kepada masyarakat. “Operasi Patuh Mahakam bukan hanya soal penindakan, tetapi bagaimana bersama-sama membangun kesadaran masyarakat agar tertib berlalu lintas. Karena itu, seluruh instansi harus bersinergi dalam langkah preventif, represif, maupun sosialisasi sehingga tujuan menciptakan lalu lintas yang aman, tertib, dan berkeselamatan bisa tercapai,” ujar Fandoli.
Komunikasi antarlembaga menjadi fondasi penting agar setiap tahapan operasi berjalan efektif. Koordinasi awal akan dilakukan melalui grup WhatsApp sebelum ditindaklanjuti dengan surat resmi guna memperkuat administrasi pelaksanaan di lapangan.
Operasi Patuh Mahakam 2026 juga bertepatan dengan program pemutihan pajak kendaraan yang berlangsung hingga 22 November. Momentum tersebut dinilai menjadi peluang untuk menggabungkan edukasi kepada masyarakat dengan penegakan aturan secara proporsional.
Setelah Operasi Patuh selesai, kegiatan akan berlanjut dengan Operasi Zebra mulai 16 November sehingga kesinambungan pengawasan terhadap ketertiban lalu lintas tetap terjaga. “Kami ingin masyarakat melihat bahwa kehadiran petugas bukan semata-mata melakukan penindakan, tetapi juga memberikan edukasi dan pelayanan. Ketika masyarakat memahami tujuan operasi ini, maka kepatuhan akan tumbuh karena kesadaran, bukan hanya karena takut terhadap sanksi,” sebutnya.
Satu dari fokus dalam rapat adalah evaluasi terhadap kegiatan sosialisasi kepada fotografer di jalur poros Tenggarong–Samarinda yang memunculkan beragam respons dari masyarakat. Untuk mengantisipasi potensi penolakan, personel diminta mengedepankan pendekatan humanis melalui prinsip senyum, sapa, dan salam, serta mendokumentasikan kegiatan sebagai bentuk keterbukaan informasi kepada publik.
“Setiap personel harus mampu memberikan penjelasan dengan baik kepada masyarakat. Pendekatan humanis menjadi prioritas agar setiap kegiatan di lapangan dapat dipahami sebagai bagian dari upaya menjaga keselamatan bersama,” ucap Fandoli
Dalam rapat tersebut, Satlantas Polres Kukar juga memetakan sejumlah titik rawan kemacetan yang akan menjadi prioritas pengamanan selama operasi berlangsung.
Di Kecamatan Tenggarong, pengaturan lalu lintas difokuskan di Jalan KH Ahmad Dahlan, Jalan Mangkuraja, Jalan Monumen Timur, Jalan S. Parman, Jalan Robert Wolter Monginsidi, serta Jalan Ki Hajar Dewantara.
Sementara itu, personel juga disiagakan di Pasar Loa Kulu, kawasan Pasar Subuh Loa Janan Ulu dan Duri Ulu, Pasar Wonotirto, Pasar Kuala, Jembatan Kuala Samboja, hingga kawasan sekolah dan Pasar Rubina di Muara Jawa.
Penempatan personel di titik-titik tersebut bertujuan mengurangi kepadatan lalu lintas, terutama pada jam-jam aktivitas masyarakat yang tinggi.
Fandoli berharap seluruh unsur yang terlibat terus menjaga komunikasi selama operasi berlangsung agar setiap kendala di lapangan dapat segera ditangani melalui koordinasi yang baik.
“Kami berharap seluruh rangkaian Operasi Patuh Mahakam 2026 berjalan lancar, sukses, dan memberikan dampak nyata bagi keselamatan masyarakat. Ketika seluruh instansi bergerak bersama, maka ikhtiar mewujudkan Kutai Kartanegara yang aman, tertib, dan lancar dalam berlalu lintas akan semakin kuat,” pungkas Fandoli.
Editor: Aspian Nur
Rapat berlangsung di Aula Polres Kukar lantai 3, Tenggarong ini dan dihadiri unsur TNI, Dinas Perhubungan, UPT Dispenda Kukar, Satpol PP, Jasa Raharja serta jajaran Satlantas Polres Kukar.
Dalam arahannya Fandoli menyebut Operasi Patuh Mahakam 2026 harus berjalan dengan mengedepankan sinergi, edukasi, dan pelayanan humanis kepada masyarakat. “Operasi Patuh Mahakam bukan hanya soal penindakan, tetapi bagaimana bersama-sama membangun kesadaran masyarakat agar tertib berlalu lintas. Karena itu, seluruh instansi harus bersinergi dalam langkah preventif, represif, maupun sosialisasi sehingga tujuan menciptakan lalu lintas yang aman, tertib, dan berkeselamatan bisa tercapai,” ujar Fandoli.
Komunikasi antarlembaga menjadi fondasi penting agar setiap tahapan operasi berjalan efektif. Koordinasi awal akan dilakukan melalui grup WhatsApp sebelum ditindaklanjuti dengan surat resmi guna memperkuat administrasi pelaksanaan di lapangan.
Operasi Patuh Mahakam 2026 juga bertepatan dengan program pemutihan pajak kendaraan yang berlangsung hingga 22 November. Momentum tersebut dinilai menjadi peluang untuk menggabungkan edukasi kepada masyarakat dengan penegakan aturan secara proporsional.
Setelah Operasi Patuh selesai, kegiatan akan berlanjut dengan Operasi Zebra mulai 16 November sehingga kesinambungan pengawasan terhadap ketertiban lalu lintas tetap terjaga. “Kami ingin masyarakat melihat bahwa kehadiran petugas bukan semata-mata melakukan penindakan, tetapi juga memberikan edukasi dan pelayanan. Ketika masyarakat memahami tujuan operasi ini, maka kepatuhan akan tumbuh karena kesadaran, bukan hanya karena takut terhadap sanksi,” sebutnya.
Satu dari fokus dalam rapat adalah evaluasi terhadap kegiatan sosialisasi kepada fotografer di jalur poros Tenggarong–Samarinda yang memunculkan beragam respons dari masyarakat. Untuk mengantisipasi potensi penolakan, personel diminta mengedepankan pendekatan humanis melalui prinsip senyum, sapa, dan salam, serta mendokumentasikan kegiatan sebagai bentuk keterbukaan informasi kepada publik.
“Setiap personel harus mampu memberikan penjelasan dengan baik kepada masyarakat. Pendekatan humanis menjadi prioritas agar setiap kegiatan di lapangan dapat dipahami sebagai bagian dari upaya menjaga keselamatan bersama,” ucap Fandoli
Dalam rapat tersebut, Satlantas Polres Kukar juga memetakan sejumlah titik rawan kemacetan yang akan menjadi prioritas pengamanan selama operasi berlangsung.