Informasi terbaru menyebutkan kalau ASS diduga tenggelam di sungai tersebut karena terpeleset saat bermain bersama temannya.
Rifandi, seorang warga Desa Sanggukan yang sebelum kejadian beraktivitas di dekat lokasi hilangnya ASS kepada Korankaltim.com Minggu (19/1/2025) hari ini menjelaskan, saat itu dirinya tengah beraktivitas di pinggir sungai dan melihat ada dua anak bermain di area dermaga kapal feri penyebrangan, yang saat itu kondisi air sedang surut.
Namun beberapa saat kemudian, pemuda 24 tahun itu melihat kedua bocah itu tenggelam dan hanya terlihat dua kepala yang mengapung serta gerakan tangan meminta pertolongan.
Rifandi langsung terjun dan menyelematkan keduanya. “Saya sempat menyelamatkan si A dulu, karena kalau langsung keduanya jaraknya lumayan, saat saya mau menyelamatkan temannya ternyata ASS sudah tidak ada di titik awal,” jelas Rifandi.
Saat ini pihak Polsek Sebulu bersama BPBD, Disdamkar Matan dan Basarnas mencari keberadaan bocah tersebut dalam waktu 24 jam secara bergantian. Bahkan pencarian diperluas dari Desa Sanggulan menuju Desa Bloro, Kecamatan Sebulu.
Kapolsek Sebulu AKP Heru Erkahadi mengatakan pencarian dilakukan intensif, begitupun perawatan secara fisik dan psikis turut diberikan kepada A. “A sudah berada di rumah dan sedang dilakukan perawatan dan pemulihan,” kata Heru.
"Pencarian terus kami lakukan dan belum ada menunjukkan tanda-tanda, mohon doanya semoga segera ditemukan,” harap Heru.
Diberitakan sebelumnya, ASS dikabarkan tenggelam ketika berenang di Sungai Mahakam, Desa Sanggulan Sabtu (18/1/2025) kemarin sekitar pukul 16.15 WITA. Bocah itu bermain bersama temannya dan diduga terpeleset hingga akhirnya tenggelam.
Editor: Aspian Nur