Penulis : Kusmas Riadi
KORANKALTIM.COM, SENDAWAR - Kerajinan sarut yang menjadi satu dari beberapa kekayaan budaya Kecamatan Damai akan menjadi sorotan dalam Festival Sarut ke-V pada 11-13 November 2026.
2 menit baca19 kali dibaca

Penulis : Kusmas Riadi
KORANKALTIM.COM, SENDAWAR - Kerajinan sarut yang menjadi satu dari beberapa kekayaan budaya Kecamatan Damai akan menjadi sorotan dalam Festival Sarut ke-V pada 11-13 November 2026.
Kegiatan yang dipusatkan di Lapangan Bola Kampung Damai Kota Kecamatan Damai, Kabupaten Kutai Barat (Kubar) ini terbuka untuk masyarakat umum dan menghadirkan parade budaya, pertunjukan seni serta perlombaan tradisional.
Camat Damai Iman Setiadi mengatakan, festival yang pertama kali digelar pada 2022 tersebut menjadi upaya memperkenalkan kerajinan sarut sekaligus menjaga keberlangsungan tradisi lokal. Memasuki penyelenggaraan kelima, festival ini diharapkan semakin memperluas pengenalan budaya Damai kepada masyarakat di luar daerah.
“Festival Sarut ini jadi upaya kami untuk memperkenalkan kerajinan khas Kecamatan Damai sekaligus menjaga tradisi lokal agar tetap dikenal dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” ujar Iman kepada Korankaltim.com, Kamis (22/10/2026).
Tahun ini, festival mengusung tema “Riwut Napik Sarut, Rata Benturatn Tana”, yang bermakna angin berembus memberitakan pesona sarut hingga merambah ke segala arah. Tema tersebut menggambarkan harapan agar kerajinan sarut semakin dikenal luas dan nilai budayanya tetap terjaga dari generasi ke generasi.
Upaya memperkenalkan budaya lokal itu akan terlihat melalui parade budaya yang melibatkan 17 kampung se-Kecamatan Damai. Pada pembukaan yang dijadwalkan Rabu (11/11/2026), pengunjung juga akan disuguhi tari tradisional, peragaan busana sarut, karnaval, serta penyerahan penghargaan. Penyanyi Alif Fakod turut dijadwalkan hadir sebagai bintang tamu.
Selain pertunjukan, beragam perlombaan disiapkan untuk memberi ruang bagi masyarakat menunjukkan keterampilan dan kreativitas. Kegiatannya meliputi lomba menyarut, Fashion Show Sarut, Karnaval Sarut, Berijok, Gantar, lomba kuliner, serta olahraga tradisional seperti begasing, menyumpit, dan belogo. Pelajar dan masyarakat turut dilibatkan dalam rangkaian perlombaan tersebut.
Melalui kegiatan itu, festival tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga memberi kesempatan bagi generasi muda untuk mengenal kerajinan, kesenian, kuliner, dan permainan tradisional yang tumbuh di Kecamatan Damai.
Kemeriahan kegiatan juga akan didukung pasar malam yang berlangsung pada 7-14 November 2026 atau beberapa hari sebelum hingga setelah festival utama. Selain menjadi hiburan bagi keluarga, pasar malam diharapkan membuka peluang bagi pedagang dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk meningkatkan aktivitas ekonomi selama kegiatan berlangsung.
Masyarakat di Kubar dan daerah sekitarnya diajak untuk hadir bersama keluarga maupun kerabat, menyaksikan pertunjukan budaya, serta memberikan dukungan kepada para peserta perlombaan.
“Kami mengajak masyarakat Kutai Barat dan daerah sekitarnya untuk datang dan meramaikan Festival Sarut ke-V. Mari bersama-sama menyaksikan pertunjukan budaya, mendukung peserta perlombaan, dan melestarikan kerajinan sarut sebagai kekayaan budaya daerah,” papar Iman.
Melalui festival ini, Kecamatan Damai tidak hanya menawarkan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga memperkenalkan identitas budaya daerah melalui kerajinan sarut dan tradisi yang menyertainya.
Editor: Aspian Nur
Kegiatan yang dipusatkan di Lapangan Bola Kampung Damai Kota Kecamatan Damai, Kabupaten Kutai Barat (Kubar) ini terbuka untuk masyarakat umum dan menghadirkan parade budaya, pertunjukan seni serta perlombaan tradisional.
Camat Damai Iman Setiadi mengatakan, festival yang pertama kali digelar pada 2022 tersebut menjadi upaya memperkenalkan kerajinan sarut sekaligus menjaga keberlangsungan tradisi lokal. Memasuki penyelenggaraan kelima, festival ini diharapkan semakin memperluas pengenalan budaya Damai kepada masyarakat di luar daerah.
“Festival Sarut ini jadi upaya kami untuk memperkenalkan kerajinan khas Kecamatan Damai sekaligus menjaga tradisi lokal agar tetap dikenal dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” ujar Iman kepada Korankaltim.com, Kamis (22/10/2026).
Tahun ini, festival mengusung tema “Riwut Napik Sarut, Rata Benturatn Tana”, yang bermakna angin berembus memberitakan pesona sarut hingga merambah ke segala arah. Tema tersebut menggambarkan harapan agar kerajinan sarut semakin dikenal luas dan nilai budayanya tetap terjaga dari generasi ke generasi.

Upaya memperkenalkan budaya lokal itu akan terlihat melalui parade budaya yang melibatkan 17 kampung se-Kecamatan Damai. Pada pembukaan yang dijadwalkan Rabu (11/11/2026), pengunjung juga akan disuguhi tari tradisional, peragaan busana sarut, karnaval, serta penyerahan penghargaan. Penyanyi Alif Fakod turut dijadwalkan hadir sebagai bintang tamu.
Selain pertunjukan, beragam perlombaan disiapkan untuk memberi ruang bagi masyarakat menunjukkan keterampilan dan kreativitas. Kegiatannya meliputi lomba menyarut, Fashion Show Sarut, Karnaval Sarut, Berijok, Gantar, lomba kuliner, serta olahraga tradisional seperti begasing, menyumpit, dan belogo. Pelajar dan masyarakat turut dilibatkan dalam rangkaian perlombaan tersebut.
Melalui kegiatan itu, festival tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga memberi kesempatan bagi generasi muda untuk mengenal kerajinan, kesenian, kuliner, dan permainan tradisional yang tumbuh di Kecamatan Damai.
Kemeriahan kegiatan juga akan didukung pasar malam yang berlangsung pada 7-14 November 2026 atau beberapa hari sebelum hingga setelah festival utama. Selain menjadi hiburan bagi keluarga, pasar malam diharapkan membuka peluang bagi pedagang dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk meningkatkan aktivitas ekonomi selama kegiatan berlangsung.







Masyarakat di Kubar dan daerah sekitarnya diajak untuk hadir bersama keluarga maupun kerabat, menyaksikan pertunjukan budaya, serta memberikan dukungan kepada para peserta perlombaan.
“Kami mengajak masyarakat Kutai Barat dan daerah sekitarnya untuk datang dan meramaikan Festival Sarut ke-V. Mari bersama-sama menyaksikan pertunjukan budaya, mendukung peserta perlombaan, dan melestarikan kerajinan sarut sebagai kekayaan budaya daerah,” papar Iman.
Melalui festival ini, Kecamatan Damai tidak hanya menawarkan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga memperkenalkan identitas budaya daerah melalui kerajinan sarut dan tradisi yang menyertainya.
Editor: Aspian Nur





Pusat gempa berada di darat 9 km utara Tanggamus
21 Okt 2026, 18:58:36 WIB • Kedalaman 3 km
Gempa ini dirasakan untuk diteruskan pada masyarakat
Sumber: BMKG