Seperti disampaikan petugas Pusdalops BPBD Kaltim, Muriono bahwa sejak Sabtu (18/5/2024) lalu, kondisi genangan air di 5 kecamatan di Mahulu berangsur mulai surut, dan pada Selasa (21/5/2024) kondisi air di kabupaten tersebut sudah dipastikan aman.
"Kebetulan kita juga sudah mendistribusikan bantuan logistik dari BPBD Provinsi, BPBD Kota Samarinda, dan BPBD Penajam Paser Utara (PPU) menggunakan 2 unit long boat," ucap Muriono.
Dia menuturkan, sebelumnya ada bantuan logistik yang diangkut oleh 5 truk yang dikirim ke lokasi banjir bersamaan dengan bantuan dari beberapa perusahaan di Kaltim. "Jadi kemarin sudah kita distribusikan bantuan tersebut langsung ke Mahakam Ulu, bantuan sekitar 1.500 paket" sebutnya.
Sebelumnya juga pada saat Pj Gubernur Kaltim Akmal Malik berkunjung ke lokasi banjir telah menyalurkan bantuan dari Polda Kaltim di lokasi terdekat di Ujoh Bilang sebagai posko koordinasi.
"Untuk pendistribusian ini tentunya dilakukan nonstop 24 jam, tidak ada jeda walaupun dini hari tetapi di distribusikan kepada masyarakat, terutama ke kepala kampung yang kemudian diserahkan ke RT hingga warga setempat," katanya.
Muriono menyebutkan berdasarkan data, masyarakat Kabupaten Mahulu yang terdampak banjir ada sekitar 33.472 jiwa dari 8.368 KK. "Lalu ada sebanyak 12 rumah yang mengalami rusak berat, dan 16 rumah hanyut yang terbagi di 5 kecamatan terdampak banjir besar," ujarnya.
Kemudian kondisi pengungsian menurutnya masyarakat sudah mulai kembali ke rumah keluarga yang aman, tetapi proses evakuasi tetap dilakukan guna menunggu pembersihan rumah masih berlangsung.
"Sebetulnya rumah (yang terdampak banjir) sudah layak huni tetapi dalam proses pembersihan ini masih dilakukan secara bergiliran yang dibantu oleh tim TNI, Polri, BPBD, dan relawan yang ada di sana," jelasnya.
Muriono berharap, bantuan yang terus disalurkan bisa bermanfaat kepada masyarakat dan proses pembersihan rumah bisa secepatnya terselesaikan sehingga masyarakat bisa kembali ke rumah dengan aman.
Editor: Maruly Z