Ia meminta penambahan tenaga kesehatan yang ditempatkan di Puskesmas Pembantu (Pustu) Muara Beloan ini sudah lama diajukan. Namun, hingga sampai saat ini, tambahan nakes yang diajukan tersebut tak kunjung terealisasi.
“Permintaan tenaga perawat bertugas di Muara Beloan, sudah diusulkan warga bersama pemerintah dengan membuat surat permohonan kepada Kepala Dinkes Kubar, pada Mei 2021 lalu. Dan kita juga memohon rehab kondisi pustu yang rusak berat. Jika hujan ruang rawat inap bocor dan toilet rusak serta tak memadainya fasilitas kesehatan lainnya,” tambahnya.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kubar, dr. Ritawati Sinaga, mengatakan, telah menugaskan dua orang nakes yang akan bertugas di Pustu Muara Beloan. “Per 1 April 2022 nanti, akan ada dua nakes yang di tugaskan disana. Yakni satu orang perawat dan satu orang bidan,” kata dr. Ritawati Sinaga, Senin (28/3/2022).
Ia menjelaskan mengenai pemindahan tugas nakes yang sebelumnya bekerja di Pustu tersebut dikarenakan alasan kesehatan dari nakes itu sendiri. Di mana kondisi nakes tersebut saat ini sedang mengandung anak kembar dan posisinya sungsang. Sehingga perlu dipindahkan ke daerah yang memiliki akses fasilitas kesehatan Rumah Sakit terdekat.
“Sehingga ini berdampak pada kondisi kesehatan bidan dan anak yang dikandungnya, serta permintaan dari bidan itu sendiri, dikarenakan harus merawat orangtuanya yang sedang terkena penyakit stroke,” jelasnya.
Sementara itu, mengenai dua orang nakes yang nantinya ditugaskan di Pustu Muara Beloan, disampaikan oleh Kepala Puskesmas Muara Pahu, Sugianto bahwa keduanya akan menjalani orientasi di Puskesmas Induk Muara Pahu selama tiga bulan. Seperti, memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat dan lainnya.
“Apabila sudah dianggap mampu, baru nakes itu bisa ditempatkan di Pustu Muara Beloan. Namun, mengantisipasi kekosongan pelayanan kesehatan terhadap warga sampai nakes dalam tahap orientasi selesai,” tutupnya.
Penulis: */Handayan
Editor: Supiansyah