Manajer PLN ULP Rayon Nunukan Bambang Heriyanto menjelaskan, ada dua penyebab terjadinya pemadaman tersebut. Pertama, pemadaman pertama di pagi hari dikarenakan mesin PLTMG yang lepas sinkron. Kedua, pemadaman pada sore dikarenakan tiang listrik rebah di Liang Bunyu. “Jadi, ini menyebabkan pemadaman total di Nunukan dan Sebatik,” kata Bambang.
Namun gangguan listrik tersebut tidak berlangsung lama, hanya 1-2 jam saja. “Karena kami langsung melakukan penormalan. Itu membutuhkan waktu sekitar 1 jam 37 menit. Setelah itu, listrik kembali normal,” ungkapnya.
Kondisi mesin pembangkit di Kabupaten Nunukan, sejauh ini masih normal. Seperti PLTD Sei Bilal ada 12 unit dengan daya mampu (DM) 7500 kW. “Di Sei Bilal itu ada 8 mesin Mitsibusinya dan 4 mesin lainya. Ini di luar mesin di Sembaung,” jelas Bambang.
Di PLTD Sebatik ada 5 unit DM 2200 kW, dan PLTMG Sembaung ada 5 unit DM 4000 kW. “Untuk gangunan yang disebabkan faktor alam memang tidak bisa hindari apalagi ganguan binatang yang merusak sistem jaringannya. Kami terus berupaya meminimalisir gangguan,” sebut Bambang.
Editor: Aspian Nur
Berita ini sudah tayang di korankaltara.com hari Jumat 28 Mei 2021 dengan judul Tiang Listrik di Liang Bunyu Rebah, Dua Kali Pemadaman