“Di Kaltara belum ada (GeNose). Memang Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kaltara pernah menyatakan akan membeli GeNose untuk kabupaten, kota dan provinsi, tetapi sampai saat ini belum ada informasi lanjutan. Jadi kami belum tahu kelanjutan rencana tersebut,” terang Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Tarakan, Devi Ika Indriarti Senin (29/3/2021) kemarin.
Sedangkan untuk penggunaan GeNose di area bandara menjadi kewenangan dari Kementerian Perhubungan. Bahkan soal Surat Edaran (SE) terbaru mengenai kebijakan penggunaan GeNose, Satgas Covid-19 Tarakan juga belum mengetahuinya.
“Kalau berdasarkan surat edaran yang baru kami belum tahu apakah penggunaan GeNose di bandara atau tidak. Kalau soal alat di bandara itu kewenangan mereka karena itu instansi vertikal bukan berada di bawah koordinasi Pemerintah Kota Tarakan. Kalau untuk kabupaten/kota alatnya belum ada, dan sementara ini di kota Tarakan belum ada pengadaan untuk membeli GeNose dan memang belum ada rencana membelinya,” ungkapnya.
Untuk bisa membeli alat GeNose harus pesan terlebih dahulu sekitar dua bulanan, sehingga tidak bisa langsung beli dan dalam beberapa hari alatnya datang ke daerah. Apalagi jika sudah ditetapkan penggunaanya, otomatis pemesanan akan meningkat sehingga tidak bisa serta merta membeli barangnya ada.
Sementara itu, disinggung mengenai proses rapid test antigen yang dilakukan kepada sejumlah guru yang telah melakukan simulasi Pembelajaran Tatap Muka (PTM), Devi mengaku bahwa hasilnya terdapat beberapa guru yang reaktif sehingga diwajibkan melaksanakan test swab PCR dan menunjukkan adanya terkonfirmasi positif.
“Kalau untuk guru kami lakukan pemeriksaan rapid test antibody, ada yang reaktif dan dilanjutkan dengan PCR. Hasilnya ada yang positif sehingga harus dilakukan tracing lagi. Dari 12 sekolah yang sudah melakukan simulasi, baru tujuh sekolah yang para gurunya sudah kita vaksin. Sedangkan lima sekolah masih menjalani tracing karena ada guru yang terkonfirmasi positif Covid-19,” papar Devi.
Sementara itu, vaksinasi untuk calon jemaah haji Tarakan sebanyak 159 orang, juga sedang berlangsung di Rumah Sakit Umum Kota Tarakan yang diperkirakan hingga Rabu (31/3/2021) besok. Vaksinasi hanya dilakukan kepada calon jemaah haji yang sudah melunasi Ongkas Naik Haji (ONH).
Editor: Aspian Nur
Berita ini sudah tayang di korankaltara.com hari Selasa 30 Maret 2021 dengan judul Kaltara Belum Memiliki Alat GeNose