“Cuaca ekstrim ini dapat menimbulkan dampak banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang dan jalan licin dalam satu minggu ke depan di wilayah Kaltara,” kata William.
Potensi cuaca ekstrim pada tanggal 19-20 Januari terjadi di Kabupaten Malinau, Bulungan, Nunukan, Tana Tidung dan Tarakan. Kemudian tanggal 21-22 Januari terjadi di Malinau, Nunukan dan Bulungan. Dan tanggal 23-35 Januari 2021 terjadi di Malinau Selatan dan Bulungan bagian Selatan.
Lebih lanjut, Willian mengatakan untuk prakiraan cuaca pada tanggal 21 Januari 2021 potensi hujan terjadi pada malam hari sampai dini hari untuk daerah Tanjung Selor. Kemudian hujan pagi hari di Nunukan, hujan malam hari di Malinau. Untuk Tana Tidung berawan tebal dan untuk Tarakan berpotensi hujan pada dini hari.
“Untuk gelombang padak esok hari di wilayah Kaltara yaitu, arah angin Tenggara Barat Daya kecepatan 3-15 knot, gelombang air laut 0.50 – 1.25 meter. Untuk perairan Sulawesi bagian barat arah angin sama Tenggara Barat Daya kecepatan 1-15 knot dan tinggi gelombang 1.25 meter sampai 2.50 meter,” ujarnya.
Untuk gelombang di Kaltara 0,50 – 1,25 meter masuk kategori rendah, kemudian gelombang 1,25 – 2.50 meter masuk kategori sedang. Dengan kategori sedang ini diharapkan kepada masyarakat dan nelayan lebih waspada di perairan.
“Harap diperhatikan resiko tinggi gelombang terhadap keselamatan pelayaran. Dengan kecepatan angin 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1,25 meter nelayan memiliki risiko tinggi,” sebut William lagi.
Kemudian, gelombang di atas 1,50 meter perlu diperhatikan yaitu kapal tongkang. Gelombang di atas 2,50 meter dan angin di atas 21 knot yang perlu diperhatikan kapal ferry. Kemudian kapal kargo dan kapal besar perlu memperhatikan kecepatan angin lebih dari 12 knot dan tinggi gelombang di atas 4 meter. (*)
Editor: Aspian Nur
Berita ini sudah tayang di korankaltara.com hari Rabu 20 Januari 2021 dengan judul Waspada Cuaca Ekstrim di Kaltara Sepekan Kedepan