"Kalau dilihat sebelumnya tingkat kepatuhan warga dalam menjalankan protokol kesehatan sudah baik, namun kini terlihat sudah tidak proaktif dan inkonsisten, terbukti kasus positif melonjak," kata mantan anggota DPRD Kaltara itu di Tanjung Selor, Rabu (2/12/2020) hari ini.
Penutupan sementara empat rumah sakit karena sebagian tenaga kesehatannya terserang Covid-19 sebagai salah satu indikator peningkatan kasus penularan virus corona di wilayah Kaltara.
Pemerintah daerah perlu memberlakukan peraturan mengenai penegakan protokol kesehatan untuk meningkatkan kesadaran dan disiplin warga menjalankan protokol pencegahan.
Data yang disiarkan di situs resmi pemerintah provinsi menunjukkan hingga 30 November 2020 jumlah warga yang terserang Covid-19 di Kaltara total 1.472 orang, 994 orang di antaranya sudah sembuh dan 460 orang lainnya masih dalam pemantauan.
Sementara itu, kasus positif di Kota Tarakan bertambah jadi 17 orang, diiringi dengan kasus sembuh delapan orang.
“Jumlah kumulatif kasus positif sebanyak 818 orang dan jumlah kumulatif pasien yang sembuh sebanyak 460 orang,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Tarakan Devi Ika Indriati dikonfirmasi terpisah. “Untuk kasus pasien positif yang meninggal dunia sebanyak delapan orang, yang dirawat sebanyak 350 orang,” imbuh Devi.
Kasus suspek yang dipantau di Kota Tarakan saat ini sebanyak 131 orang, yakni orang yang dengan gejala ISPA. “Pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala memiliki riwayat perjalanan atau tinggal di negara/wilayah Indonesia yang melaporkan transmisi lokal,” sebut Devi. (*)
Editor: Aspian Nur
Berita ini sudah tayang di antaranews.com hari Rabu 2 Desember 2020 dengan judul Ketua KPPI Kaltara ingatkan warga untuk taati protokol kesehatan