Kelangkaan elpiji disebabkan terkendala persoalan cuaca dan itu hampir setiap tahun selalu dihadapi. Di Tarakan sebenarnya sudah ada Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) dan tinggal menunggu dari pihak Pertamina di Balikpapan untuk menyetujui pembukaannya. "Kami meminta Pertamina untuk mempercepat proses untuk SPBG segera beroperasi di Tarakan," kata Khairul.
Bila tidak segera dilaksanakan, maka kelangkaan gas LPG akan terus terjadi tiap tahun di Tarakan. Dia juga berharap kedepannya ada regulasi yang ditetapkan untuk rumah tangga yang sudah mendapatkan jaringan gas (jargas) sudah mendapatkan lagi gas LPG.
Sebelumnya rumah tangga yang sudah ada jargas masih mendapatkan gas LPG, kecuali mereka yang memiliki Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang menggunakan gas LPG.
Sementara salah satu warga Kelurahan Pantai Amal bernama Aminah mengeluhkan keluhan kelangkaan gas LPG, walaupun ada terkadang harganya tinggi.
"Jangankan harga Rp40 ribu (gas LPG tiga kilogram), Rp85 ribu juga tidak ada. Saya heran kenapa tabung ini susah betul, tapi kalau malam saya lihat jam sembilan ada saja yang lewat bawa," kata Aminah.
Mereka yang membawa Gas LPG ukuran tiga kilogram pada malam hari membawa dalam bentuk banyak dan menawarkan pada warga.
Menghadapi kelangkaan gas ini, akhirnya warga menggunakan minyak tanah untuk memasak, karena belum ada jargas. (*)
Editor: Aspian Nur
Berita ini sudah tayang di antaranews.com hari Rabu 2 Desember 2020 dengan judul Gas LPG tiga kilogram langka di Tarakan