Sosialisasi sengaja dilakukan di pasar-pasar agar masyarakat khususnya wajib pilih tidak lupa menggunakan hak pilihnya untuk menentukan calon pemimpin di Kaltara dan Nunukan pada pilkada serentak ini.
Rusli menyatakan, pada hari H pencoblosan bukan hari libur sehingga KPU Nunukan berupaya maksimal meningkatkan partisipasi pemilih atau mengurangi golput di daerahnya. Selain di pasar-pasar, sosialisasi juga digelar di lokasi-lokasi yang menjadi pusat budidaya rumput laut, ujar dia. "Sosialisasi ini untuk mengingatkan masyarakat wajib pilih agar tidak lupa menggunakan hak pilihnya pada hari H pencoblosan tanggal 9 Desember 2020 itu," kata Rusli.
Selama ini KPU sudah mengerahkan puluhan relawan demokrasi yang membantu mengingatkan masyarakat untuk berperan aktif dalam menyukseskan pilkada serentak 2020 sejak dua bulan terakhir.
Relawan Demokrasi ini menyasar masyarakat pada kerumunan warga dan permukiman dengan menyebar pamplet atau brosur-brosur ajak menggunakan hak pilihnya.
Ketika menggelar sosialisasi di pasar-pasar, Rusli mengajak masyarakat agar datang lebih awal di tempat-tempat pemungutan suara (TPS) agar tetap bisa menjalankan aktivitasnya berjualan setelah menggunakan hak pilihnya. (*)
Editor: ASpian Nur
Berita ini sudah tayang di antaranews.com hari Senin 2 November 2020 dengan judul KPU Nunukan serukan pedagang pasar gunakan hak pilih di Pilkada 2020