Penulis: Zulhamri
KORANKALTIM.COM, SANGATTA - Dinas Pariwisata (Dispar) berencana menggelar lomba vlog sebagai upaya mendorong kreativitas sekaligus memperkuat promosi daerah di era digital.
1 menit baca2 kali dibaca

Penulis: Zulhamri
KORANKALTIM.COM, SANGATTA - Dinas Pariwisata (Dispar) berencana menggelar lomba vlog sebagai upaya mendorong kreativitas sekaligus memperkuat promosi daerah di era digital.
Dengan melihat perkembangan konten kreator sebagai peluang untuk memperkenalkan potensi daerah kepada masyarakat yang lebih luas.
Kepala Bidang (Kabid) Ekonomi Kreatif Dispar Kutim Akhmad Rifanie mengatakan, perkembangan teknologi merupakan sesuatu yang tidak bisa dihindari. Karena itu, pemerintah harus mampu mengikuti perubahan tersebut agar tidak tertinggal.
“Teknologi tidak bisa kita bendung dan kecanggihan tidak bisa kita tahan. Kalau kita tahan maka bisa ketinggalan,” ungkapnya.
Menurutnya, konten kreator merupakan bagian dari subsektor ekonomi kreatif yang memiliki peran penting dalam memperkenalkan produk lokal, destinasi wisata, hingga berbagai potensi yang dimiliki Kutim. Dispar Kutim tengah menyiapkan lomba vlog atau konten kreator yang diharapkan dapat menjadi pemicu lahirnya lebih banyak karya digital bertema daerah.
"Makanya nanti kita adakan lomba video konten kreator atau vlog. Tujuannya supaya pegiat vlogger dan konten kreator membuat konten terkait daerah,” ujarnya.
Nantinya para konten kreator juga menawarkan peluang ekonomi yang menjanjikan. Selain memperoleh pendapatan dari monetisasi platform digital, kreator juga dapat mengembangkan penghasilan melalui program afiliasi berbagai produk.
"Konten kreator itu di samping menghasilkan dari monetisasi, mereka juga bisa menggunakan afiliasi dengan produk-produk,” jelasnya.
Ia berharap peluang tersebut dapat mendorong masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menekuni sektor ekonomi kreatif secara lebih serius dan profesional.
Pihaknya juga membuka ruang kolaborasi dengan para kreator dalam mendukung promosi pembangunan maupun berbagai program daerah agar dapat menjangkau masyarakat dengan cara yang lebih kreatif.
“Barangkali selama ini kolaborasinya masih kurang. Kami juga bisa menggunakan jasa mereka untuk kepentingan promosi potensi daerah,” tutupnya. (adv)
Dengan melihat perkembangan konten kreator sebagai peluang untuk memperkenalkan potensi daerah kepada masyarakat yang lebih luas.
Kepala Bidang (Kabid) Ekonomi Kreatif Dispar Kutim Akhmad Rifanie mengatakan, perkembangan teknologi merupakan sesuatu yang tidak bisa dihindari. Karena itu, pemerintah harus mampu mengikuti perubahan tersebut agar tidak tertinggal.
“Teknologi tidak bisa kita bendung dan kecanggihan tidak bisa kita tahan. Kalau kita tahan maka bisa ketinggalan,” ungkapnya.
Menurutnya, konten kreator merupakan bagian dari subsektor ekonomi kreatif yang memiliki peran penting dalam memperkenalkan produk lokal, destinasi wisata, hingga berbagai potensi yang dimiliki Kutim. Dispar Kutim tengah menyiapkan lomba vlog atau konten kreator yang diharapkan dapat menjadi pemicu lahirnya lebih banyak karya digital bertema daerah.

"Makanya nanti kita adakan lomba video konten kreator atau vlog. Tujuannya supaya pegiat vlogger dan konten kreator membuat konten terkait daerah,” ujarnya.
Nantinya para konten kreator juga menawarkan peluang ekonomi yang menjanjikan. Selain memperoleh pendapatan dari monetisasi platform digital, kreator juga dapat mengembangkan penghasilan melalui program afiliasi berbagai produk.
"Konten kreator itu di samping menghasilkan dari monetisasi, mereka juga bisa menggunakan afiliasi dengan produk-produk,” jelasnya.
Ia berharap peluang tersebut dapat mendorong masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menekuni sektor ekonomi kreatif secara lebih serius dan profesional.

Pihaknya juga membuka ruang kolaborasi dengan para kreator dalam mendukung promosi pembangunan maupun berbagai program daerah agar dapat menjangkau masyarakat dengan cara yang lebih kreatif.
“Barangkali selama ini kolaborasinya masih kurang. Kami juga bisa menggunakan jasa mereka untuk kepentingan promosi potensi daerah,” tutupnya. (adv)











Pusat gempa berada di laut 30 km timur laut Mbay, Nagekeo
26 Okt 2026, 11:53:42 WIB • Kedalaman 13 km
Gempa ini dirasakan untuk diteruskan pada masyarakat
Sumber: BMKG