Penulis: Muhammad Anshori
KORANKALTIM.COM, TENGGARONG - Kabut asap kembali mengepung Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) mulai menyiapkan efisiensi skema Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).
1 menit baca9 kali dibaca

Penulis: Muhammad Anshori
KORANKALTIM.COM, TENGGARONG - Kabut asap kembali mengepung Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) mulai menyiapkan efisiensi skema Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).
Langkah ini diambil untuk memastikan hak belajar siswa tetap terpenuhi tanpa mengorbankan faktor kesehatan.
Kadisdikbud Kukar Heriansyah mengatakan, penerapan PJJ kini didesain tidak menyeluruh demi menjaga efektivitas operasional pendidikan. Faktor kedekatan wilayah dengan titik api karhutla menjadi tolak ukur utam untuk menentukan PJJ.
"Jadi penanganannya perlu melihat kondisi lapangan terlebih dahulu. Kemudian kami minta setiap korwil berkoordinasi dengan pengawas untuk mengetahui tingkat pencemaran asap ini, kalau sekolah itu diharuskan PJJ ya kita berlakukan," kata Heriansyah, Kamis (15/10/2026).
Ia menyebutkan, skema ini dinilai dapat mencegah anak atau orang tua terkena sesak pernapasan atau ISPA.
"Kondisi setiap daerah berbeda, kami akan melihat kecamatan mana yang membutuhkan penanganan lebih dahulu. Nanti hasil evaluasinya menjadi dasar untuk menentukan penerapan PJJ. Langkah ini juga agar anak-anak atau para orang tua bisa terhidar dari ISPA," ungkapnya.
Kata dia, Disdikbud Kukar menargetkan rapat evaluasi bersama para koordinator wilayah dapat segera menuntaskan pemetaan risikonya. Hasil akhir evaluasi nantinya akan diformalisasikan melalui Surat Edaran (SE) resmi yang memuat petunjuk teknis peralihan metode belajar agar tidak memicu kebingungan bagi tenaga pengajar maupun orang tua murid. (Adv)
Editor: Aspian Nur
Langkah ini diambil untuk memastikan hak belajar siswa tetap terpenuhi tanpa mengorbankan faktor kesehatan.
Kadisdikbud Kukar Heriansyah mengatakan, penerapan PJJ kini didesain tidak menyeluruh demi menjaga efektivitas operasional pendidikan. Faktor kedekatan wilayah dengan titik api karhutla menjadi tolak ukur utam untuk menentukan PJJ.
"Jadi penanganannya perlu melihat kondisi lapangan terlebih dahulu. Kemudian kami minta setiap korwil berkoordinasi dengan pengawas untuk mengetahui tingkat pencemaran asap ini, kalau sekolah itu diharuskan PJJ ya kita berlakukan," kata Heriansyah, Kamis (15/10/2026).
Ia menyebutkan, skema ini dinilai dapat mencegah anak atau orang tua terkena sesak pernapasan atau ISPA.

"Kondisi setiap daerah berbeda, kami akan melihat kecamatan mana yang membutuhkan penanganan lebih dahulu. Nanti hasil evaluasinya menjadi dasar untuk menentukan penerapan PJJ. Langkah ini juga agar anak-anak atau para orang tua bisa terhidar dari ISPA," ungkapnya.
Kata dia, Disdikbud Kukar menargetkan rapat evaluasi bersama para koordinator wilayah dapat segera menuntaskan pemetaan risikonya. Hasil akhir evaluasi nantinya akan diformalisasikan melalui Surat Edaran (SE) resmi yang memuat petunjuk teknis peralihan metode belajar agar tidak memicu kebingungan bagi tenaga pengajar maupun orang tua murid. (Adv)
Editor: Aspian Nur










Pusat gempa berada di laut 53 km utara Ruteng, Manggarai
14 Okt 2026, 17:30:57 WIB • Kedalaman 10 km
Gempa ini dirasakan untuk diteruskan pada masyarakat
Sumber: BMKG