Penulis: Muhammad Heriansyah
KORANKALTIM.COM, TENGGARONG - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara (Kukar) bergerak cepat menindaklanjuti dampak kebakaran yang merusak fasilitas SDN 021 Tenggarong.
4 menit baca8 kali dibaca

Penulis: Muhammad Heriansyah
KORANKALTIM.COM, TENGGARONG - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara (Kukar) bergerak cepat menindaklanjuti dampak kebakaran yang merusak fasilitas SDN 021 Tenggarong.
Kepala Disdikbud Kukar, Heriansyah, bersama jajaran turun langsung ke sekolah pada Rabu (15/10/2026) pagi untuk memeriksa kondisi bangunan sekaligus menyiapkan langkah pemulihan agar aktivitas pendidikan kembali berjalan normal.
Dari hasil pemantauan di lokasi, terdapat tiga ruang kelas yang terdampak, yakni ruang kelas I dan kelas II serta satu ruang kelas lainnya. Selain itu, kebakaran juga mengakibatkan kerusakan pada fasilitas toilet murid. Kondisi tersebut menjadi perhatian Disdikbud Kukar agar proses perbaikan dapat segera direncanakan sesuai tingkat kerusakan dan kebutuhan sekolah.
Heriansyah menegaskan, langkah awal yang dilakukan adalah mengidentifikasi kerusakan secara langsung untuk memastikan jumlah ruang dan fasilitas yang terdampak. Data tersebut menjadi dasar dalam menentukan kebutuhan penanganan sekaligus menyusun skema pembiayaan perbaikan.
“Pertama, kita lakukan identifikasi dan pengecekan fisik untuk memastikan berapa ruang yang terdampak. Setelah itu, kita berupaya mencari berbagai sumber pendanaan, baik dari pemerintah pusat melalui program revitalisasi maupun dari daerah melalui APBD. Harapannya, kerusakan ini bisa kita tanggulangi secepat mungkin,” ujar Heriansyah.
Menurutnya, pemulihan fasilitas pendidikan membutuhkan perencanaan yang tepat dan kolaborasi lintas pemerintah. Disdikbud Kukar akan mengupayakan dukungan pembiayaan melalui berbagai jalur yang memungkinkan agar kebutuhan perbaikan dapat ditangani berdasarkan kondisi riil di lapangan.
Bagi Disdikbud Kukar, penanganan pascakebakaran tidak hanya berfokus pada pemulihan bangunan fisik. Keberlangsungan layanan pendidikan, termasuk kebutuhan administrasi peserta didik yang terdampak, juga menjadi perhatian agar musibah tidak menimbulkan hambatan berkepanjangan bagi masyarakat.
Karena itu, Disdikbud Kukar berencana membuka posko pengaduan di sekolah bagi masyarakat yang kehilangan ijazah akibat kebakaran. Posko tersebut akan membantu proses pendataan dan tindak lanjut administrasi, termasuk pengurusan dokumen pengganti sesuai ketentuan yang berlaku.
“Kita juga akan membuka posko di sekolah untuk pengaduan masyarakat yang ijazahnya terbakar maupun persoalan lain yang berkaitan dengan fungsi pendidikan. Nantinya, kita proses sesuai ketentuan agar dokumen yang hilang bisa diurus penggantinya,” jelas Heriansyah.
Selain itu, Disdikbud Kukar menyiapkan kelonggaran bagi pihak sekolah dalam melakukan pembenahan sarana dan prasarana yang terdampak. Berdasarkan hasil pemantauan awal, tidak ada guru yang rumahnya terdampak langsung dalam peristiwa tersebut. Meski demikian, dukungan terhadap kebutuhan sekolah tetap diperlukan agar proses pemulihan dapat berlangsung tanpa mengabaikan kegiatan belajar mengajar.
Heriansyah juga memberikan semangat kepada kepala sekolah, para guru, dan seluruh siswa SDN 021 Tenggarong agar tetap kuat menghadapi musibah. Ia memastikan pihaknya berupaya mendorong percepatan penanganan fasilitas yang rusak melalui koordinasi dan kolaborasi pendanaan.
“Pesan kami kepada kepala sekolah, guru-guru, dan anak-anak di SDN 021, ini merupakan cobaan yang harus kita hadapi bersama. Kita tidak boleh berdiam diri. Insyaallah, terkait fasilitas dan sarana prasarana, segera kita upayakan melalui kolaborasi pendanaan APBN, APBD, dan sumber lainnya agar kegiatan belajar mengajar bisa kembali terlaksana secepat mungkin,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala SDN 021 Tenggarong, Rusdiana, menyampaikan bahwa kegiatan pembelajaran sementara direncanakan berlangsung melalui pembelajaran jarak jauh (PJJ) mulai Rabu hingga Sabtu. Selama masa tersebut, guru tetap memberikan tugas kepada siswa agar proses belajar tidak terhenti sepenuhnya.
Ia berharap pembelajaran tatap muka dapat kembali berjalan pada Senin berikutnya, dengan menyesuaikan kondisi dan kesiapan sekolah pascakebakaran.
“Untuk sementara, kemungkinan dari Rabu sampai Sabtu masih PJJ, tetapi guru tetap memberikan tugas dari sekolah. Insyaallah, hari Senin kami berharap sudah bisa belajar aktif kembali,” ungkap Rusdiana.
Rusdiana juga menyampaikan terima kasih kepada Heriansyah beserta jajaran Disdikbud Kukar yang telah datang langsung untuk melihat kondisi sekolah. Menurutnya, kunjungan tersebut menjadi bentuk perhatian sekaligus dukungan moral bagi pihak sekolah yang sedang menghadapi situasi sulit.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Kadis beserta jajaran yang sudah datang melihat keadaan sekolah kami setelah terdampak kebakaran. Semoga beliau dan seluruh jajaran selalu diberikan kesehatan sehingga dapat terus membantu dunia pendidikan,” tuturnya.
Sebagai informasi, kebakaran terjadi di kawasan padat penduduk Gang Karya, RT 61, Kecamatan Tenggarong, pada Selasa (13/10/2026) malam sekitar pukul 23.48 WITA. Peristiwa tersebut juga berdampak pada sejumlah rumah warga. Petugas pemadam kebakaran mengerahkan tujuh unit tangki air dan satu unit kendaraan penyelamatan untuk menangani kejadian tersebut.
Pasca peristiwa itu, pendataan kerusakan dan dampak kebakaran terus menjadi bagian penting dalam penanganan. Bagi sektor pendidikan, kondisi SDN 021 Tenggarong membutuhkan perhatian khusus agar kerusakan fasilitas tidak mengganggu hak siswa untuk memperoleh layanan pembelajaran.
Melalui pemeriksaan langsung, pendataan kerusakan, rencana pembukaan posko pengaduan ijazah, serta upaya mencari dukungan pendanaan, Disdikbud Kukar berkomitmen mengawal proses pemulihan sekolah. Harapannya, fasilitas yang rusak dapat segera ditangani dan kegiatan belajar mengajar kembali berlangsung dengan aman serta nyaman bagi seluruh siswa.
Langkah ini sekaligus menegaskan pentingnya respons cepat dan kerja sama berbagai pihak dalam menjaga keberlangsungan pendidikan ketika fasilitas sekolah terdampak bencana. “Dengan dukungan pemerintah, tenaga pendidik, dan masyarakat, pemulihan SDN 021 Tenggarong diharapkan dapat berjalan bertahap hingga aktivitas sekolah kembali normal,” tukas Heriansyah. (Adv)
Editor: Aspian Nur
Kepala Disdikbud Kukar, Heriansyah, bersama jajaran turun langsung ke sekolah pada Rabu (15/10/2026) pagi untuk memeriksa kondisi bangunan sekaligus menyiapkan langkah pemulihan agar aktivitas pendidikan kembali berjalan normal.
Dari hasil pemantauan di lokasi, terdapat tiga ruang kelas yang terdampak, yakni ruang kelas I dan kelas II serta satu ruang kelas lainnya. Selain itu, kebakaran juga mengakibatkan kerusakan pada fasilitas toilet murid. Kondisi tersebut menjadi perhatian Disdikbud Kukar agar proses perbaikan dapat segera direncanakan sesuai tingkat kerusakan dan kebutuhan sekolah.
Heriansyah menegaskan, langkah awal yang dilakukan adalah mengidentifikasi kerusakan secara langsung untuk memastikan jumlah ruang dan fasilitas yang terdampak. Data tersebut menjadi dasar dalam menentukan kebutuhan penanganan sekaligus menyusun skema pembiayaan perbaikan.
“Pertama, kita lakukan identifikasi dan pengecekan fisik untuk memastikan berapa ruang yang terdampak. Setelah itu, kita berupaya mencari berbagai sumber pendanaan, baik dari pemerintah pusat melalui program revitalisasi maupun dari daerah melalui APBD. Harapannya, kerusakan ini bisa kita tanggulangi secepat mungkin,” ujar Heriansyah.

Menurutnya, pemulihan fasilitas pendidikan membutuhkan perencanaan yang tepat dan kolaborasi lintas pemerintah. Disdikbud Kukar akan mengupayakan dukungan pembiayaan melalui berbagai jalur yang memungkinkan agar kebutuhan perbaikan dapat ditangani berdasarkan kondisi riil di lapangan.
Bagi Disdikbud Kukar, penanganan pascakebakaran tidak hanya berfokus pada pemulihan bangunan fisik. Keberlangsungan layanan pendidikan, termasuk kebutuhan administrasi peserta didik yang terdampak, juga menjadi perhatian agar musibah tidak menimbulkan hambatan berkepanjangan bagi masyarakat.
Karena itu, Disdikbud Kukar berencana membuka posko pengaduan di sekolah bagi masyarakat yang kehilangan ijazah akibat kebakaran. Posko tersebut akan membantu proses pendataan dan tindak lanjut administrasi, termasuk pengurusan dokumen pengganti sesuai ketentuan yang berlaku.
“Kita juga akan membuka posko di sekolah untuk pengaduan masyarakat yang ijazahnya terbakar maupun persoalan lain yang berkaitan dengan fungsi pendidikan. Nantinya, kita proses sesuai ketentuan agar dokumen yang hilang bisa diurus penggantinya,” jelas Heriansyah.






Selain itu, Disdikbud Kukar menyiapkan kelonggaran bagi pihak sekolah dalam melakukan pembenahan sarana dan prasarana yang terdampak. Berdasarkan hasil pemantauan awal, tidak ada guru yang rumahnya terdampak langsung dalam peristiwa tersebut. Meski demikian, dukungan terhadap kebutuhan sekolah tetap diperlukan agar proses pemulihan dapat berlangsung tanpa mengabaikan kegiatan belajar mengajar.
Heriansyah juga memberikan semangat kepada kepala sekolah, para guru, dan seluruh siswa SDN 021 Tenggarong agar tetap kuat menghadapi musibah. Ia memastikan pihaknya berupaya mendorong percepatan penanganan fasilitas yang rusak melalui koordinasi dan kolaborasi pendanaan.
“Pesan kami kepada kepala sekolah, guru-guru, dan anak-anak di SDN 021, ini merupakan cobaan yang harus kita hadapi bersama. Kita tidak boleh berdiam diri. Insyaallah, terkait fasilitas dan sarana prasarana, segera kita upayakan melalui kolaborasi pendanaan APBN, APBD, dan sumber lainnya agar kegiatan belajar mengajar bisa kembali terlaksana secepat mungkin,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala SDN 021 Tenggarong, Rusdiana, menyampaikan bahwa kegiatan pembelajaran sementara direncanakan berlangsung melalui pembelajaran jarak jauh (PJJ) mulai Rabu hingga Sabtu. Selama masa tersebut, guru tetap memberikan tugas kepada siswa agar proses belajar tidak terhenti sepenuhnya.
Ia berharap pembelajaran tatap muka dapat kembali berjalan pada Senin berikutnya, dengan menyesuaikan kondisi dan kesiapan sekolah pascakebakaran.
“Untuk sementara, kemungkinan dari Rabu sampai Sabtu masih PJJ, tetapi guru tetap memberikan tugas dari sekolah. Insyaallah, hari Senin kami berharap sudah bisa belajar aktif kembali,” ungkap Rusdiana.
Rusdiana juga menyampaikan terima kasih kepada Heriansyah beserta jajaran Disdikbud Kukar yang telah datang langsung untuk melihat kondisi sekolah. Menurutnya, kunjungan tersebut menjadi bentuk perhatian sekaligus dukungan moral bagi pihak sekolah yang sedang menghadapi situasi sulit.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Kadis beserta jajaran yang sudah datang melihat keadaan sekolah kami setelah terdampak kebakaran. Semoga beliau dan seluruh jajaran selalu diberikan kesehatan sehingga dapat terus membantu dunia pendidikan,” tuturnya.
Sebagai informasi, kebakaran terjadi di kawasan padat penduduk Gang Karya, RT 61, Kecamatan Tenggarong, pada Selasa (13/10/2026) malam sekitar pukul 23.48 WITA. Peristiwa tersebut juga berdampak pada sejumlah rumah warga. Petugas pemadam kebakaran mengerahkan tujuh unit tangki air dan satu unit kendaraan penyelamatan untuk menangani kejadian tersebut.
Pasca peristiwa itu, pendataan kerusakan dan dampak kebakaran terus menjadi bagian penting dalam penanganan. Bagi sektor pendidikan, kondisi SDN 021 Tenggarong membutuhkan perhatian khusus agar kerusakan fasilitas tidak mengganggu hak siswa untuk memperoleh layanan pembelajaran.
Melalui pemeriksaan langsung, pendataan kerusakan, rencana pembukaan posko pengaduan ijazah, serta upaya mencari dukungan pendanaan, Disdikbud Kukar berkomitmen mengawal proses pemulihan sekolah. Harapannya, fasilitas yang rusak dapat segera ditangani dan kegiatan belajar mengajar kembali berlangsung dengan aman serta nyaman bagi seluruh siswa.
Langkah ini sekaligus menegaskan pentingnya respons cepat dan kerja sama berbagai pihak dalam menjaga keberlangsungan pendidikan ketika fasilitas sekolah terdampak bencana. “Dengan dukungan pemerintah, tenaga pendidik, dan masyarakat, pemulihan SDN 021 Tenggarong diharapkan dapat berjalan bertahap hingga aktivitas sekolah kembali normal,” tukas Heriansyah. (Adv)
Editor: Aspian Nur

Pusat gempa berada di laut 103 km selatan Pacitan
13 Okt 2026, 17:22:02 WIB • Kedalaman 10 km
Gempa ini dirasakan untuk diteruskan pada masyarakat
Sumber: BMKG