Upacara berlangsung dengan melibatkan unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, pemerintah desa, serta berbagai elemen masyarakat. Peningkatan akses jalan usaha tani menjadi salah satu sasaran utama program TMMD ke-130 Tahun Anggaran 2026 di Kabupaten Kukar. Program terpadu TNI bersama pemerintah daerah dan masyarakat ini diharapkan mempercepat pembangunan infrastruktur yang dibutuhkan warga di wilayah perdesaan.
Mengusung tema “TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa”, kegiatan ini menegaskan pentingnya pembangunan yang menjangkau masyarakat hingga pelosok. Bagi Pemkab Kukar, pembangunan desa perlu diarahkan pada kebutuhan nyata masyarakat agar manfaatnya dapat dirasakan secara langsung.
Dalam amanatnya, Aulia menyoroti sasaran peningkatan kualitas jalan usaha tani sepanjang 2.163 meter, lebar 3 meter, dan ketebalan 20 sentimeter. Infrastruktur tersebut menjadi bagian penting dari upaya mendukung aktivitas masyarakat, terutama dalam menunjang akses menuju kawasan usaha tani.
“Pembangunan Kabupaten Kutai Kartanegara tidak mungkin hanya dilakukan dari pemerintah pusat; kesejahteraan harus dirasakan sampai ke pelosok,” tegas Aulia dalam amanat pembukaan.
Menurutnya, pelaksanaan TMMD menunjukkan kontribusi nyata TNI dalam mendukung percepatan pembangunan daerah. Kehadiran prajurit bersama masyarakat bukan hanya membantu pengerjaan fisik, tetapi juga memperkuat semangat gotong royong dalam menyelesaikan kebutuhan pembangunan di desa.
Selain peningkatan jalan usaha tani, TMMD ke-130 juga mencakup sasaran tambahan berupa kegiatan nonfisik, pembangunan rumah tidak layak huni (RTLH), dan pembangunan fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK). Berbagai sasaran tersebut diharapkan dapat mendukung kualitas lingkungan serta kehidupan masyarakat.
Aulia menyampaikan apresiasi kepada Kodim 0906/Kutai Kartanegara dan seluruh personel TNI yang terlibat. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada perangkat daerah, pemerintah kecamatan dan desa, serta unsur terkait yang mendukung pelaksanaan program tersebut.
Ia berharap pembangunan melalui TMMD tidak berhenti pada penyelesaian pekerjaan, tetapi menjadi bagian dari kesinambungan pembangunan daerah. Koordinasi dan kolaborasi perlu terus diperkuat agar hasil program dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi warga.
“Semoga kegiatan ini benar-benar memberikan manfaat dan meninggalkan perubahan yang nyata, khususnya bagi masyarakat Jembayan Tengah dan masyarakat Kutai Kartanegara pada umumnya,” kata Aulia.
Pembukaan TMMD ke-130 ini menjadi penegasan komitmen bersama untuk memperkuat pembangunan dari desa.
“Melalui sinergi TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat, infrastruktur perdesaan diharapkan semakin mendukung kegiatan ekonomi dan meningkatkan kualitas hidup warga,” harap Aulia. (Adv)
Editor: Aspian Nur
Upacara berlangsung dengan melibatkan unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, pemerintah desa, serta berbagai elemen masyarakat. Peningkatan akses jalan usaha tani menjadi salah satu sasaran utama program TMMD ke-130 Tahun Anggaran 2026 di Kabupaten Kukar. Program terpadu TNI bersama pemerintah daerah dan masyarakat ini diharapkan mempercepat pembangunan infrastruktur yang dibutuhkan warga di wilayah perdesaan.
Mengusung tema “TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa”, kegiatan ini menegaskan pentingnya pembangunan yang menjangkau masyarakat hingga pelosok. Bagi Pemkab Kukar, pembangunan desa perlu diarahkan pada kebutuhan nyata masyarakat agar manfaatnya dapat dirasakan secara langsung.
Dalam amanatnya, Aulia menyoroti sasaran peningkatan kualitas jalan usaha tani sepanjang 2.163 meter, lebar 3 meter, dan ketebalan 20 sentimeter. Infrastruktur tersebut menjadi bagian penting dari upaya mendukung aktivitas masyarakat, terutama dalam menunjang akses menuju kawasan usaha tani.
“Pembangunan Kabupaten Kutai Kartanegara tidak mungkin hanya dilakukan dari pemerintah pusat; kesejahteraan harus dirasakan sampai ke pelosok,” tegas Aulia dalam amanat pembukaan.
Menurutnya, pelaksanaan TMMD menunjukkan kontribusi nyata TNI dalam mendukung percepatan pembangunan daerah. Kehadiran prajurit bersama masyarakat bukan hanya membantu pengerjaan fisik, tetapi juga memperkuat semangat gotong royong dalam menyelesaikan kebutuhan pembangunan di desa.
Selain peningkatan jalan usaha tani, TMMD ke-130 juga mencakup sasaran tambahan berupa kegiatan nonfisik, pembangunan rumah tidak layak huni (RTLH), dan pembangunan fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK). Berbagai sasaran tersebut diharapkan dapat mendukung kualitas lingkungan serta kehidupan masyarakat.
Aulia menyampaikan apresiasi kepada Kodim 0906/Kutai Kartanegara dan seluruh personel TNI yang terlibat. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada perangkat daerah, pemerintah kecamatan dan desa, serta unsur terkait yang mendukung pelaksanaan program tersebut.
Ia berharap pembangunan melalui TMMD tidak berhenti pada penyelesaian pekerjaan, tetapi menjadi bagian dari kesinambungan pembangunan daerah. Koordinasi dan kolaborasi perlu terus diperkuat agar hasil program dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi warga.