
Jumat, 18/09/2026
Jumat, 18/09/2026
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri. (Foto: Heri/Korankaltim.com)

Jumat, 18/09/2026

Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri. (Foto: Heri/Korankaltim.com)
Penulis: Muhammad Heriansyah
KORANKALTIM.COM, TENGGARONG - Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Aulia Rahman Basri meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan untuk melindungi kesehatan dari dampak buruk asap. Hal ini menyikapi kondisi kabut asap yang menyelimuti sejumlah kawasan di Kukar yang kian mengkhawatirkan.
Aulia mengatakan situasi tersebut berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat, terutama mereka yang tetap melakukan aktivitas di luar ruangan.
“Kalau kita lihat di lapangan, kabut asap semakin pekat. Tentunya ini sangat mengancam situasi kesehatan warga masyarakat,” kata Aulia kepada korankaltim.com, Jumat (18/9/2026).
Oleh karena itu, orang nomor satu Kukar ini mengimbau masyarakat menggunakan alat pelindung diri (APD) berupa masker ketika harus berada di luar ruangan. Menurutnya, penggunaan masker menjadi salah satu langkah untuk meminimalisasi dampak buruk paparan asap terhadap kesehatan masyarakat.
“Kami mengimbau untuk menggunakan alat pelindung diri berupa masker ketika berada di luar ruangan, sehingga dampak buruk dari adanya asap ini bisa kita minimalisir,” imbaunya.
Selain perlindungan bagi masyarakat, Pemkab Kukar juga membuka ruang bagi penerapan Work From Home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN), dengan menyesuaikan kondisi dan kebutuhan masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD). Namun, Aulia menegaskan penerapan kebijakan WFH tidak boleh mengganggu pelayanan publik.
“Kalau Work From Home nanti menyesuaikan di OPD-nya dengan tidak mengurangi proses pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.
Kebijakan tersebut memungkinkan OPD melakukan penyesuaian pola kerja apabila kondisi kabut asap semakin mengkhawatirkan, sembari tetap memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan pemerintahan. Perhatian juga diarahkan kepada sektor pendidikan. Aulia menyebut kualitas udara di sejumlah titik Kukar telah menunjukkan kondisi yang tidak sehat.
Ia pun mendukung langkah pihak sekolah yang menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), khususnya pada wilayah yang kualitas udaranya dinilai dapat membahayakan kesehatan peserta didik maupun tenaga pendidik.
“ISPU (Indeks Standar Pencemaran Udara) menunjukkan kualitas udara sudah tidak sehat dan kami mendukung upaya pihak sekolah yang sudah menerapkan kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), terutama di titik-titik yang kualitas udaranya mengkhawatirkan kesehatan peserta didik maupun tenaga pendidik,” jelasnya.
Menurut Aulia, keselamatan dan kesehatan peserta didik serta tenaga pendidik perlu menjadi perhatian di tengah kondisi kabut asap yang belum sepenuhnya membaik. Di tengah kondisi tersebut, Aulia juga mengajak seluruh masyarakat Kukar bersama-sama berdoa agar kondisi kabut asap segera berakhir dan situasi kembali normal. Ia berharap masyarakat tetap menjaga kesehatan dan saling menguatkan dalam menghadapi kondisi yang terjadi.
“Kita berharap, kita berdoa seluruh masyarakat kita sama-sama mendoakan agar keberkahan dan bencana kabut asap ini bisa segera normal kembali dan rahmat berkah tercurah bagi bumi Kutai Kartanegara,” harapnya. (Adv)
Editor: Aspian Nur

Jumat, 18/09/2026
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri. (Foto: Heri/Korankaltim.com)
TERPOPULER