“Kami masih menggunakan kapal kami yang lama, itu sudah banyak bolong-bolongnya di kapal itu, sementara itu digunakan sekira 10 guru yang mengajar di sekolah ini, bayangin saja apabila ada kendala di kapal terpaksa kami menyewa ketinting untuk mengajar,” ucapnya.
Jika terpaksa menyewa kapal lanjut dia, pihaknya membutuhkan biaya lebih besar untuk menuju sekolah. Ia berharap Dinas Pendidikan dan Kebudayaan bisa merespon permintaan para guru-guru pesisir ini.
“Kami mohon kepada Pemkot Bontang tolong sediakan kami transportasi yang layak untuk mengajar, ” sebut Fauziah.
Diketahui, tenaga pendidik di SDN Kecil 011 Gusung, Kecamatan Bontang Utara sebanyak 7 guru, 1 orang kepala sekolah, 1 operator kapal, 1 orang penjaga malam, dan 1 orang di perpustakaan. Sementara jumlah siswa dari kelas 1 hingga 6 sebanyak 64 siswa.
Anggota DPRD Bontang, Faisal turut prihatin dengan kondisi tersebut. Ia berharap transportasi bagi guru pesisir bisa menjadi perhatian khusus dari Pemkot Bontang dan dinas terkait agar segera menganggarkan kapal baru untuk guru yang mengajar di sekolah ini.
“Saya merasa kasihan karena ketinting itu kan kecil, pada saat nyebrang itu bisa membahayakan nyawa, apalagi ketinting yang bisa mencapai sembilan orang sekali penyebrangan,” terangnya.
Faisal juga berharap perusahaan yang berada di sekitar Pulau Gusung bisa mengalokasikan dana CSR untuk membantu persoalan yang dihadapi guru, mengingat Gusung merupakan wilayah buffer zone atau daerah penyangga.
“Di sini kan ada buffer zone, saya berharap perusahaan PKT bisa membantu lewat CSR, kenapa tidak yakan. Artinya kalaupun dinas yang terkait tidak bisa menganggarkan, kami berharap pihak PKT memberi perhatian khusus,” tutup Faisal.
Penulis : */Romi Ali Darmawan
Editor: Maruly Zainuddin