“Kami berharap Pemprov Kaltim mau membantu kami menuntaskan pengerjaan bendungan tersebut. Karena itu bisa menjadi salah satu penyedia air baku untuk warga Bontang,” terang Basri, Jumat (24/6/2022).
Mantan Wakil Wali Kota Bontang ini mengemukakan bahwa keberadaan Bendungan Suka Rahmat lebih jauh bisa menangani perkara banjir, yang selama ini juga turut menghantui warganya.
Menurutnya, setidaknya ada tiga penyebab terjadinya banjir di Bontang, selain intensitas hujan yang tinggi, dan kenaikan permukaan air laut atas kondisi pasang surut, Basri juga menyebutkan banjir di Bontang disebabkan air kiriman.
“Saya enggak sebut daerah pengirimnya. Tapi kalau di daerah tersebut hujan, empat jam kemudian kita (Bontang) pasti akan turut terendam,” jelasnya.
Karena itu, ia meyakini, keberadaan Bendungan Suka Rahmat bisa sangat membantu Bontang, dari segi pengendalian banjir juga untuk menopang ketersediaan air bersih.
Basri juga menyebut soal keberadaan void atau lubang tambang milik salah satu perusahaan tambang, yang menurutnya bisa dimanfaatkan untuk ketersediaan air baku. Pasalnya, setelah melewati pengecekan oleh sejumlah laboratorium, kondisi air di void tersebut dinyatakan layak untuk digunakan.
Namun, pemanfaatan void tersebut terkendala perizinan wilayah. Pasalnya void yang berada di konsensi lahan perusahaan tambang, tak hanya berlokasi di Bontang.
“Jadi singgungannya ada dengan Kutai Timur, dan Kutai Kartanegara,” sambungnya.
Ia pun kembali meminta Pemprov Kaltim untuk menjembatani komunikasi antara perusahaan dan kabupaten-kabupaten yang berkaitan agar air void tersebut bisa digunakan untuk kepentingan bersama, bukan sebatas masyarakat Bontang.
Penulis: Permata S Rahayu
Editor: Supiansyah