BPKAD sudah menyiapkan anggaran hampir Rp9 miliar dihitung selama enam bulan terakhir, yaitu mulai Januari sampai Juni.
Alokasi ini diambil dari refocusing anggaran bersumber dari Dana Bagi Hasil (DBH) dan Dana Alokasi Umum (DAU).
Untuk Juli sampai Desembar akan dianggarkan dalam APBD Perubahan 2021 mendatang. “Kami akan anggarkan di APBD Perubahan,” kata Ilham.
Sementara Kepala Dinas Kesehatan Bontang dr Bahauddin membenarkan pernyataan dari Ilham Wahyudi. Dinkes Bontang sudah menyerahkan laporan data jumlah tenaga kesehatan kepada Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD). “Sudah kami ajukan datanya tinggal menunggu pencairannya saja,” kata Bahauddin.
Meskipun demikian, ia belum bisa merincikan berapa total nakes yang akan mendapatkan insentif tersebut. Tetapi mengenai besarannya, pemerintah Kota Bontang mengikuti regulasi pemerintah pusat.
Diketahui, besaran yang diterima dokter spesialis tiap bulannya Rp15 juta, dokter umum dan gigi Rp10 juta sedangkan bidan dan perawat Rp7,5 juta.
Adapun tenaga kesehatan di kantor kesehatan pelabuhan, dinas kesehatan, puskesmas, laboratorium dan tenaga lainnya mendapat insentif Rp5 juta per bulan.
Penulis: */Muhammad Ridwan
Editor: Aspian Nur