Evi yang kelahiran 20 April 2001 mengaku sudah mengikuti seleksi kontes dangdut sebanyak lima kali di daerah yang berbeda-beda dan baru di LIDA bisa lolos. “Saya pernah ikut empat kali seleksi baik itu di Makassar, Balikpapan, Banjarmasin dan di Samarinda. Baru yang kelima kalinya ini berhasil lolos,” ujar Evi kepada korankaltim.com.
Selain cinta akan musik dangdut, keinginan untuk mengikuti kontes LIDA Indosiar karena sangat mengidolakan salah satu juri, yakni Lesti Kejora. Dengan keikutsertaannya menjadi peserta, diapun berharap suatu saat dapat mengikuti langkah maupun prestasi idolanya tersebut.
“Saya sangat mengidolakan dan ingin seperti Lesti. Itu salah satu alasan saya untuk tetap ikut seleksi, meskipun gagal berkali-kali,” tuturnya.
Selama ini Evi banyak belajar menyanyi dangdut dari kakaknya. Kakak Evi juga dikenal mahir bernyanyi dangdut dan sering mengajari saudaranya yang lain. “Saya banyak belajar dari kakak, dia juga mahir dan suka menyanyi dangdut,” ungkapnya.
Sebelum berangkat ke Jakarta untuk mengikuti kontes final, Evi mengaku perlu mempersiapkan banyak hal. Terutama menghafal banyak lagu serta mempersiapkan mental. “Saya perlu hafal lebih banyak lagu dan mempersiapkan mental sebelum ke Jakarta. Tapi yang lebih penting, dukungan serta doa dari masyarakat Bontang agar saya bisa mengukir prestasi di ajang ini,” harap Evi.
Penulis: */Romi Ali Darmawan
Editor: Aspian Nur