"Dapat informasi dari sana, kata orang yang tinggal dipulau itu, orang Palu katanya sedang mancing disitu," kata Hadriani, istri Muhammad Toha saat dihubungi melalui aplikasi messenger Rabu (20/1/2021) malam kemarin sekitar pukul 22.36 WITA.
Keluarga Toha yang hendak pergi ke pulau dimaksud untuk memastikan kebenaran informasi itu pun batal dan memilih kembali pulang setelah mendapat informasi itu. Pukul 10.00 WITA pagi kemarin keluarga Toha kembali ke Desa Santan Ilir.
"Jam 6 sampai disini. Sempat mau lanjut ke pulau, tapi kendalanya ombak besar sekali," ujar Hadriani lagi.
Diberitakan sebelumnya, Muhammad Toha, warga Desa Santan Ilir RT 2 Kecamatan Marangkayu, Kabupaten Kutai Kertanegara pergi memancing dengan tiga rekannya Sabtu (11/1/2021) dua pekan lalu namun kapal kecil yang mereka tumpangi ditabrak kapal tanker, diduga karena lampu penerangan di kapal yang minim dan cuaca hujan sehingga membuat perairan Telaga Serang, laut Bontang, tempat mereka memancing, gelap.
Yunus, Mustari dan Sada, tiga rekan Toha, selamat saat tabrakan kapal terjadi, namun Toha menghilang ditengah laut. Toha adalah Ketua MUI Kecamatan Marangkayu, Kutai Kartanegara bergelar ustadz. (*)
Penulis: */Romi Ali Dharmawan
Editor: Aspian Nur