Sayangnya, saat ini total lahan pemakaman di Bontang masih jauh dari kebutuhan.
Ketua Komisi III DPRD Kota Bontang, Amir Tosina menyebut, kebutuhan lahan harus segera dicukupi.
“Sampai saat ini kita hanya memiliki lahan pemakaman sekitar 16 hektare,” kata Amir usai memimpin Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama warga, Dinas Perkimtan, Kecamatan Bontang Utara, dan Kelurahan Gunung Elai, Rabu (11/11/2020) kemarin.
Untuk itu, ia mendorong Pemkot untuk segera menambah lahan pemakaman.
Untuk itu lanjut dia, DPRD mendorong agar Pemkot dapat menyediakan lahan tambahan Tempat Pemakaman Umum (TPU), mengingat sudah ada warga yang hendak menjual lahannya seluas sekitar 7 hektare di Jalan Cipto Mangunkusumo, Kelurahan Gunung Elai, tepatnya belakang SMKN 1 Bontang. Amir menilai lokasi tersebut cocok dijadikan sebagai TPU. Karena sudah ada dua jalan alternatif menuju kawasan itu. Selain itu, posisinya juga strategis karena tidak jauh dari kawasan perkotaan. Kemudian ditambah lagi legalitas lahan warga tersebut juga jelas dan lengkap.
“Lahan itu perlu dipikirkan, karena baik dari sisi harga maupun sistem pembayaran ada sinyal bisa diatur sesuai kesepakatan,” tandasnya.
Penulis : Romi
Editor : Rusdi
*Berita ini, telah terbit di Koran Kaltim versi cetak edisi Kamis 12 November 2020 dengan judul " Lahan Kuburan di Bontang Kian Kritis"