Tidak menutup kemungkinan proses pindahan diikuti pedagang kategori lainnya. Mengingat lahan pasar sementara hanya terdiri dari satu lantai yang bisa membaut konsumen lebih mudah berbelanja. Dibandingkan dengan masuk ke Pasar Tamrin yang memiliki struktur empat lantai. “Pasti diikuti jejaknya oleh pedagang sayuran dan sembako. Imbasnya aktivitas di Pasar Tamrin sepi pembeli,” jelasnya.
Karena itu solusi yang tepat ialah memasukkan pedagang ayam yang berada di luar Pasar Tamrin. Mengingat masih ada belasan lapak kosong di pasar yang diresmikan 6 Agustus lalu terutama untuk pedagang ayam potong. “Kuncinya adalah supaya mereka masuk. Toh sebenarnya mereka juga telah mendaftar. Tetapi mereka sudah merasa nyaman berjualan di bawah (luar kompleks pasar),” sebut Nurdin lagi.
Lapak kosong tersebut sesungguhnya dihuni oleh pengepul daging ayam potong. Mereka pun merelakan jika lapaknya dipakai penjual tersebut. Dengan catatan, pedagang itu mengambil pasokan dari mereka. “Bahkan tidak dipungut uang sewa,” ungkapnya.
Sebelumnya diberitakan, Pemkot Bontang memiliki rencana membangun pasar unggas. Tepatnya di area pasar sementara Rawa Indah. Nantinya, bangunan bakal dibersihkan dan ditata terlebih dahulu. Sesuai dengan kapasitas jumlah pedagang. (*)
Penulis: */Romi
Editor: Aspian Nur
* Berita ini sudah terbit di koran kaltim edisi cetak hari senin 10 Agustus 2020