“Seluruh jamaah calon haji Kutim diberikan pembekalan informasi seputar syarat, rukun dan wajib haji selama manasik berlangsung. Menjalankan ibadah haji, setelah itu dipraktikkan berbagai rutinitas berhaji. Yakni tawaf menggunakan miniatur Ka'bah,” jelas Kepala Seksi (Kasi) Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag Kutim Sofiansyah mewakili Kepala Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Kutim Ambotang sekaligus membuka kegiatan manasik haji waktu itu.
Rombongan Calhaj Kutim 2017, terdiri 178 orang ditambah 2 petugas haji menjadi 180, mereka tergabung kelompok terbang (kloter) empat gelombang pertama. Diberangkatkan dari Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman, Sepinggan Balikpapan pada 2 Agustus 2017 mendatang.
“Tiba di tanah suci, nantinya seluruh rombongan jamaah haji kloter empat termasuk Kutim sendiri akan berada terlebih dulu di Madinah Al Munawwarah. Kemudian akan melanjutkan perjalanan ke Mekkah sebelum puncak haji pada hari arafah untuk melaksanakan ibadah wukuf," ujarnya.
Di Madinah, jamaah dapat beribadah sebagaimana mestinya sekaligus berziarah ke berbagai situs berkaitan dengan perjuangan Nabi Muhammad SAW dan para sahabat. Dalam menyampaikan dakwah Islam di masa-masa awal perkembangannya. Tentunya tempat-tempat tersebut teramat sayang dilewatkan para jamaah.
Sofiansyah mengingatkan, dalam perjalanan ketempat dan situs bersejarah hendaknya dalam pengawasan ketua kloternya. Guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan seperti tersesat, sakit, kelelahan serta masalah-masalah lainnya.
"(Dari Madinah) Menjelang keberangkatan ke Mekkah nanti Calhaj diberangkatkan menggunakan bus sholawat yang sudah disiapkan pihak panitia. Biasanya rombongan akan mampir sejenak di Masjid Bir Ali dan mengambil Miqat sebelum memasuki Mekkah guna menunaikan umrah pertamanya, untuk kedatangan di Mekkah al Mukarrahmah," ungkapnya. (hms7)
“Seluruh jamaah calon haji Kutim diberikan pembekalan informasi seputar syarat, rukun dan wajib haji selama manasik berlangsung. Menjalankan ibadah haji, setelah itu dipraktikkan berbagai rutinitas berhaji. Yakni tawaf menggunakan miniatur Ka'bah,” jelas Kepala Seksi (Kasi) Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag Kutim Sofiansyah mewakili Kepala Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Kutim Ambotang sekaligus membuka kegiatan manasik haji waktu itu.
Rombongan Calhaj Kutim 2017, terdiri 178 orang ditambah 2 petugas haji menjadi 180, mereka tergabung kelompok terbang (kloter) empat gelombang pertama. Diberangkatkan dari Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman, Sepinggan Balikpapan pada 2 Agustus 2017 mendatang.
“Tiba di tanah suci, nantinya seluruh rombongan jamaah haji kloter empat termasuk Kutim sendiri akan berada terlebih dulu di Madinah Al Munawwarah. Kemudian akan melanjutkan perjalanan ke Mekkah sebelum puncak haji pada hari arafah untuk melaksanakan ibadah wukuf," ujarnya.
Di Madinah, jamaah dapat beribadah sebagaimana mestinya sekaligus berziarah ke berbagai situs berkaitan dengan perjuangan Nabi Muhammad SAW dan para sahabat. Dalam menyampaikan dakwah Islam di masa-masa awal perkembangannya. Tentunya tempat-tempat tersebut teramat sayang dilewatkan para jamaah.
Sofiansyah mengingatkan, dalam perjalanan ketempat dan situs bersejarah hendaknya dalam pengawasan ketua kloternya. Guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan seperti tersesat, sakit, kelelahan serta masalah-masalah lainnya.
"(Dari Madinah) Menjelang keberangkatan ke Mekkah nanti Calhaj diberangkatkan menggunakan bus sholawat yang sudah disiapkan pihak panitia. Biasanya rombongan akan mampir sejenak di Masjid Bir Ali dan mengambil Miqat sebelum memasuki Mekkah guna menunaikan umrah pertamanya, untuk kedatangan di Mekkah al Mukarrahmah," ungkapnya. (hms7)