Manager PLN Rayon Sangatta Poniman mengatakan saat ini proses pengadaan tiang dan penanaman, pemasangan telah berjalan mulai dari Dusun Kabo Jaya Kecamatan Sangatta Utara sampai ke Rantau Pulung, semoga 2017 jaringan bisa selesai terbangun sehingga 2018 bisa digunakan listriknya oleh masyarakat.
“Saat ini tim terkendala kondisi jalan longsor dan tebing, namun permasalahan tersebut akan dipertimbangkan tim teknis apakah menggunakan tiang ganda, ini menjadi PR buat PLN untuk mengatasi daerah rawan,” jelas Poniman.
Ia menambhakan, PLN saat ini fokus pada lima Satuan Pemukiman (SP Desa), seperti Desa Malap Raya (pemekaran SP 3), Mukti Jaya SP 3, Kebon Agung SP 7, Pulung Sari SP 1 serta Desa Margo Mulyo SP 2, untuk 450 tiang rencananya akan dipasang dengan jarak pertiang 50 meter.
“Untuk sementara ini dulu yang difokuskan karena merupakan jalur utama ke jalan poros Kecamatan Muara Wahau,” ungkap Poniman.
Bupati Kutim H Ismunandar menyampaikan program penyediaan listrik ini selalu di komunikasikan dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang didalamnya ada PLN sebagai regulator di daerah.
“Kami akui masih ada kecamatan yang hanya menikmati listrik enam jam seperti di Kecamatan Long Mesangat dan Busang, namun semuanya bertahap untuk mencapai 12 serta 24 jam,” jelas Ismunandar
Ditambahkannya sebenarnya di Kecamatan Rantau Pulung sudah ada pembangkit listrik namun masih milik Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) dan baru beroperasi 12 jam, jika 18x3 mega watt sudah selesai maka listrik ini yang rencananya dialirkan.
“Semoga proses ini segera selesai dan manfaatnya bisa dirasakan masyarakat Kecamatan Rantau Pulung dan sekitarnya,” Harap Ismunadar didampingi Kasmidi Bulang. (hms8)
Manager PLN Rayon Sangatta Poniman mengatakan saat ini proses pengadaan tiang dan penanaman, pemasangan telah berjalan mulai dari Dusun Kabo Jaya Kecamatan Sangatta Utara sampai ke Rantau Pulung, semoga 2017 jaringan bisa selesai terbangun sehingga 2018 bisa digunakan listriknya oleh masyarakat.
“Saat ini tim terkendala kondisi jalan longsor dan tebing, namun permasalahan tersebut akan dipertimbangkan tim teknis apakah menggunakan tiang ganda, ini menjadi PR buat PLN untuk mengatasi daerah rawan,” jelas Poniman.
Ia menambhakan, PLN saat ini fokus pada lima Satuan Pemukiman (SP Desa), seperti Desa Malap Raya (pemekaran SP 3), Mukti Jaya SP 3, Kebon Agung SP 7, Pulung Sari SP 1 serta Desa Margo Mulyo SP 2, untuk 450 tiang rencananya akan dipasang dengan jarak pertiang 50 meter.
“Untuk sementara ini dulu yang difokuskan karena merupakan jalur utama ke jalan poros Kecamatan Muara Wahau,” ungkap Poniman.
Bupati Kutim H Ismunandar menyampaikan program penyediaan listrik ini selalu di komunikasikan dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang didalamnya ada PLN sebagai regulator di daerah.
“Kami akui masih ada kecamatan yang hanya menikmati listrik enam jam seperti di Kecamatan Long Mesangat dan Busang, namun semuanya bertahap untuk mencapai 12 serta 24 jam,” jelas Ismunandar
Ditambahkannya sebenarnya di Kecamatan Rantau Pulung sudah ada pembangkit listrik namun masih milik Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) dan baru beroperasi 12 jam, jika 18x3 mega watt sudah selesai maka listrik ini yang rencananya dialirkan.
“Semoga proses ini segera selesai dan manfaatnya bisa dirasakan masyarakat Kecamatan Rantau Pulung dan sekitarnya,” Harap Ismunadar didampingi Kasmidi Bulang. (hms8)