Dari kesekian kasus yang ditangani kepolisian, menurut Kasat Reskoba Polres Berau AKP Tatok Tri Haryanto, masuknya narkoba ke Berau, terbesar berasal dari jalur Kalimantan Utara.
“Lebih banyak yang kami amankan itu dapat barangnya dari Kaltara. Entah dari Kabupaten Malinau melalui jalur laut menuju Berau. Atau, dari kabupaten lain menggunakan jalur darat, seperti kabupaten Bulungan,” kata Tatok, kemarin.
Berbagai upaya telah dilakukan untuk menekan peredaran barang haram tersebut. Salah satunya dengan rutin menggelar razia, khususnya di pintu masuk jalur darat arah Bulungan menuju Berau.
Selain tetap rutin menggelar razia di daerah perbatasan, tahun ini pihaknya akan lebih menggiatkan kerja sama dengan Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Berau. Bahkan, juga bakal menggatkan penyuluhan dan sosialisasi di tingkat kecamatan hingga di tingkat RT.
“Meski memang sudah kita perketat, termasuk menggunakan jalur laut yang memang susah untuk diawasi. Tapi tetap saja barang harap tersebut masuk ke berau. Kita juga akan gencarkan Sosialisasi ke tingkat Kecamatan sampai RT, termasuk adanya penyuluhan-penyuluhan langsung ke masyarakat, sebagaimana yang kerap dilakukan oleh Babinkamtibmas,” demikian Tatok. (ind)