“Semoga ‘ditangan’ pemerintah pusat, bandara tersebut dapat segera dioperasikan. Sehingga dapat memberikan manfaat dan nilai tambah bagi pergerakan ekonomi Kaltim, mengingat sudah banyak pula dana Pemerintah Provinsi Kaltim yang digelontorkan untuk pembangunannya. Untuk itu Pemerintah Provinsi Kaltim juga diharapkan dapat menyiapkan infrastruktur pendukungnya ketika sudah siap dioperasikan nanti,” ungkap Sapto.
Selain itu, Sapto juga menyoroti soal pembangunan jalan tol. Dia berharap agar pembangunan jalan tol Balikpapan - Samarinda sepanjang 99,2 km yang dibangun sejak 12 Januari 2011 dapat dirampungkan pada 2018 sesuai dengan target penyelesaian MYC.
“Agar dapat dirasakan segera manfaatnya oleh masyarakat Kaltim untuk mendorong perekonomian daerah. Program pembangunan jalan tol ini merupakan salah satu program strategis dan prioritas nasional,” sebutnya.
Begitu pula soal kelistrikan, pemerintah pusat pada Tahun 2015-2019 telah mencanangkan program pembangunan listrik 35.000 MW yang terdiri dari 109 proyek senilai Rp 1.127 triliun, berasal dari pemerintah dan swasta. Program tersebut saat ini masih didominasi oleh Pulau Jawa. Diantaranta Bali (18.679 MW) dan Sumatera (10.090 MW), sementara Kalimantan memperoleh sekitar 2.635 MW.
“Kami meminta agar potensi energi yang ada di Kaltim dari sektor pertambangan dan perkebunan sawit dapat dioptimalkan guna menunjang kebutuhan energi listrik yang semakin meningkat,” paparnya. (hms5)
“Semoga ‘ditangan’ pemerintah pusat, bandara tersebut dapat segera dioperasikan. Sehingga dapat memberikan manfaat dan nilai tambah bagi pergerakan ekonomi Kaltim, mengingat sudah banyak pula dana Pemerintah Provinsi Kaltim yang digelontorkan untuk pembangunannya. Untuk itu Pemerintah Provinsi Kaltim juga diharapkan dapat menyiapkan infrastruktur pendukungnya ketika sudah siap dioperasikan nanti,” ungkap Sapto.
Selain itu, Sapto juga menyoroti soal pembangunan jalan tol. Dia berharap agar pembangunan jalan tol Balikpapan - Samarinda sepanjang 99,2 km yang dibangun sejak 12 Januari 2011 dapat dirampungkan pada 2018 sesuai dengan target penyelesaian MYC.
“Agar dapat dirasakan segera manfaatnya oleh masyarakat Kaltim untuk mendorong perekonomian daerah. Program pembangunan jalan tol ini merupakan salah satu program strategis dan prioritas nasional,” sebutnya.
Begitu pula soal kelistrikan, pemerintah pusat pada Tahun 2015-2019 telah mencanangkan program pembangunan listrik 35.000 MW yang terdiri dari 109 proyek senilai Rp 1.127 triliun, berasal dari pemerintah dan swasta. Program tersebut saat ini masih didominasi oleh Pulau Jawa. Diantaranta Bali (18.679 MW) dan Sumatera (10.090 MW), sementara Kalimantan memperoleh sekitar 2.635 MW.
“Kami meminta agar potensi energi yang ada di Kaltim dari sektor pertambangan dan perkebunan sawit dapat dioptimalkan guna menunjang kebutuhan energi listrik yang semakin meningkat,” paparnya. (hms5)