Aksi tersebut dipicu ketidakjelasan informasi mengenai penyebab pemadaman, sementara masyarakat harus menghadapi kondisi listrik yang padam berulang kali. Bahkan, di sejumlah wilayah, listrik dilaporkan sempat hidup dan kembali padam dalam rentang waktu singkat.
Situasi itu membuat warga mempertanyakan kepastian pelayanan kelistrikan di Kabupaten Berau. Jadwal pemadaman yang disampaikan sebelumnya dinilai tidak sesuai dengan kondisi yang terjadi di lapangan.
Kekecewaan warga semakin besar karena dampak pemadaman tidak hanya dirasakan dalam aktivitas rumah tangga. Sejumlah peralatan elektronik masyarakat dilaporkan ikut terdampak akibat kondisi listrik yang berulang kali padam dan menyala kembali.
Tak hanya itu, pelayanan rumah sakit juga disebut ikut terganggu akibat pemadaman listrik. Kondisi ini menambah kekhawatiran masyarakat, mengingat pasokan listrik menjadi salah satu kebutuhan penting dalam menunjang pelayanan kesehatan.
Pantauan di lokasi, sejumlah warga terlihat memasuki kawasan Kantor PLN ULP Tanjung Redeb. Beberapa massa juga membakar ban di depan kantor sebagai bentuk luapan kekecewaan terhadap kondisi kelistrikan yang belum memberikan kepastian.
Warga menuntut penjelasan yang transparan mengenai penyebab pemadaman serta kepastian jadwal agar masyarakat dapat mempersiapkan diri dan meminimalkan dampak yang ditimbulkan.
“Kalau memang harus ada pemadaman, sampaikan dengan jelas. Jangan sampai jadwal yang diinformasikan berbeda dengan kondisi sebenarnya,” demikian tuntutan yang mencerminkan kekecewaan warga.
Hingga berita ini ditulis, penyebab pasti pemadaman berulang tersebut masih memerlukan penjelasan resmi dari pihak PLN.
Masyarakat berharap PLN segera memberikan penjelasan terbuka sekaligus langkah konkret untuk memulihkan pasokan listrik agar kondisi serupa tidak terus berulang.
Bagi warga, persoalan ini bukan sekadar listrik padam, melainkan kepastian pelayanan dasar yang menyangkut aktivitas ekonomi, kenyamanan rumah tangga, hingga layanan kesehatan.
Editor: Erwin
Aksi tersebut dipicu ketidakjelasan informasi mengenai penyebab pemadaman, sementara masyarakat harus menghadapi kondisi listrik yang padam berulang kali. Bahkan, di sejumlah wilayah, listrik dilaporkan sempat hidup dan kembali padam dalam rentang waktu singkat.
Situasi itu membuat warga mempertanyakan kepastian pelayanan kelistrikan di Kabupaten Berau. Jadwal pemadaman yang disampaikan sebelumnya dinilai tidak sesuai dengan kondisi yang terjadi di lapangan.
Kekecewaan warga semakin besar karena dampak pemadaman tidak hanya dirasakan dalam aktivitas rumah tangga. Sejumlah peralatan elektronik masyarakat dilaporkan ikut terdampak akibat kondisi listrik yang berulang kali padam dan menyala kembali.
Tak hanya itu, pelayanan rumah sakit juga disebut ikut terganggu akibat pemadaman listrik. Kondisi ini menambah kekhawatiran masyarakat, mengingat pasokan listrik menjadi salah satu kebutuhan penting dalam menunjang pelayanan kesehatan.
Pantauan di lokasi, sejumlah warga terlihat memasuki kawasan Kantor PLN ULP Tanjung Redeb. Beberapa massa juga membakar ban di depan kantor sebagai bentuk luapan kekecewaan terhadap kondisi kelistrikan yang belum memberikan kepastian.
Warga menuntut penjelasan yang transparan mengenai penyebab pemadaman serta kepastian jadwal agar masyarakat dapat mempersiapkan diri dan meminimalkan dampak yang ditimbulkan.
“Kalau memang harus ada pemadaman, sampaikan dengan jelas. Jangan sampai jadwal yang diinformasikan berbeda dengan kondisi sebenarnya,” demikian tuntutan yang mencerminkan kekecewaan warga.
Hingga berita ini ditulis, penyebab pasti pemadaman berulang tersebut masih memerlukan penjelasan resmi dari pihak PLN.
Masyarakat berharap PLN segera memberikan penjelasan terbuka sekaligus langkah konkret untuk memulihkan pasokan listrik agar kondisi serupa tidak terus berulang.
Bagi warga, persoalan ini bukan sekadar listrik padam, melainkan kepastian pelayanan dasar yang menyangkut aktivitas ekonomi, kenyamanan rumah tangga, hingga layanan kesehatan.
Editor: Erwin