Selain menggerakkan ekonomi masyarakat, pameran pembangunan yang resmi ditutup Bupati Berau Sri Juniarsih Mas pada Minggu (25/10/2026) malam itu juga menarik 259.944 pengunjung, dengan rata-rata hampir 26 ribu orang setiap hari.
Capaian tersebut memperlihatkan besarnya potensi Berau Expo sebagai ruang promosi produk lokal sekaligus penggerak aktivitas ekonomi daerah. Namun, tingginya jumlah pengunjung juga menjadi catatan bagi penyelenggara untuk membenahi fasilitas pendukung, terutama area parkir dan pengelolaan sampah.
Ketua Panitia Berau Expo 2026, Maulidiyah, mengatakan kegiatan tahun ini melibatkan 106 stan yang diisi perangkat daerah, instansi vertikal, badan usaha milik negara (BUMN), badan usaha milik daerah (BUMD), pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pelaku pariwisata, organisasi perempuan, lembaga pendidikan, serta perwakilan kecamatan.
“Selama 10 hari, jumlah pengunjung mencapai 259.944 orang. Rata-rata sekitar 26 ribu pengunjung setiap hari,” ungkapnya.
Menurutnya, Berau Expo tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga menjadi sarana penyampaian informasi pembangunan hingga 2026, promosi investasi dan pariwisata, serta pengenalan pelayanan publik. Berbagai agenda pendukung turut digelar, mulai dari podcast, lomba lagu daerah, kuis edukatif, hingga pertunjukan seni dan budaya.
Di luar area stan utama, aktivitas perdagangan juga melibatkan sekitar 70 tenda besar dan 100 pedagang kaki lima. Kehadiran pedagang tersebut memperluas peluang transaksi, mulai dari penjualan makanan dan minuman hingga pakaian, aksesori, oleh-oleh, serta berbagai kebutuhan masyarakat.
Panitia juga melakukan survei untuk menghitung jumlah pengunjung dan memperkirakan perputaran ekonomi selama kegiatan berlangsung. Berdasarkan hasil survei tersebut, transaksi ekonomi diperkirakan mencapai Rp17 miliar.
“Perputaran ekonomi selama pelaksanaan Berau Expo tahun ini diperkirakan mencapai Rp17 miliar, meningkat sekitar 13,3 persen dibandingkan dengan 2024,” jelasnya.
Aktivitas ekonomi itu turut didukung layanan pembayaran non-tunai di stan-stan peserta. Selain transaksi perdagangan, pengunjung juga dapat memanfaatkan layanan pembayaran pajak bumi dan bangunan (PBB) melalui stan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda). Tercatat sebanyak 1.799 pengunjung melakukan pembayaran PBB melalui layanan tersebut.
Meski mencatat capaian positif, pelaksanaan Berau Expo 2026 tetap menyisakan sejumlah evaluasi. Berdasarkan masukan pengunjung yang dihimpun panitia, terdapat permintaan agar kegiatan digelar setiap tahun karena dinilai mampu meningkatkan pendapatan pedagang, terutama ketika menghadirkan artis nasional.
Pengunjung juga menyoroti kebutuhan area parkir yang lebih memadai, penataan kegiatan yang semakin tertib, serta penambahan jumlah artis pengisi acara. Kesadaran membuang sampah pada tempatnya juga menjadi perhatian yang perlu diperkuat.
“Masukan pengunjung menjadi bahan evaluasi kami, terutama terkait parkir, kebersihan, dan penataan kegiatan agar penyelenggaraan berikutnya semakin baik,” kata Maulidiyah.
Sementara itu, Bupati Berau Sri Juniarsih Mas menegaskan, keberhasilan Berau Expo tidak semestinya hanya dinilai dari kemeriahan acara dan banyaknya pengunjung. Menurutnya, manfaat ekonomi yang dirasakan masyarakat, khususnya pelaku UMKM, harus menjadi salah satu tolok ukur utama.
“Berau Expo harus memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama pelaku UMKM. Kita ingin produk lokal semakin dikenal dan usaha masyarakat berkembang,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pameran pembangunan juga menjadi kesempatan bagi pemerintah daerah untuk memperkenalkan program, inovasi, serta pelayanan yang dapat dimanfaatkan masyarakat. Karena itu, keikutsertaan perangkat daerah dan berbagai pemangku kepentingan diharapkan tidak berhenti pada kegiatan pameran, tetapi mampu membangun hubungan yang berkelanjutan dengan masyarakat.
“Kegiatan ini harus menjadi ruang untuk memperkenalkan potensi daerah sekaligus mendekatkan pelayanan pemerintah kepada masyarakat,” tuturnya.
Sri Juniarsih berharap, capaian transaksi dan tingginya kunjungan tahun ini dapat menjadi modal untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan pada masa mendatang. Penguatan promosi produk lokal, menurutnya, penting agar pelaku usaha memperoleh peluang pasar yang lebih luas.
“Harapan kita, produk unggulan Berau semakin dikenal, UMKM semakin maju, dan manfaat kegiatan ini bisa dirasakan masyarakat dalam jangka panjang,” tegasnya.
Penutupan Berau Expo 2026 berlangsung meriah dengan penampilan band nasional The Rain sebagai hiburan utama. Panggung penutupan juga dimeriahkan band lokal, peragaan busana batik, serta pertunjukan tarian tradisional yang memberikan ruang bagi seniman daerah untuk tampil di hadapan masyarakat.
Editor: Erwin
Selain menggerakkan ekonomi masyarakat, pameran pembangunan yang resmi ditutup Bupati Berau Sri Juniarsih Mas pada Minggu (25/10/2026) malam itu juga menarik 259.944 pengunjung, dengan rata-rata hampir 26 ribu orang setiap hari.
Capaian tersebut memperlihatkan besarnya potensi Berau Expo sebagai ruang promosi produk lokal sekaligus penggerak aktivitas ekonomi daerah. Namun, tingginya jumlah pengunjung juga menjadi catatan bagi penyelenggara untuk membenahi fasilitas pendukung, terutama area parkir dan pengelolaan sampah.
Ketua Panitia Berau Expo 2026, Maulidiyah, mengatakan kegiatan tahun ini melibatkan 106 stan yang diisi perangkat daerah, instansi vertikal, badan usaha milik negara (BUMN), badan usaha milik daerah (BUMD), pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pelaku pariwisata, organisasi perempuan, lembaga pendidikan, serta perwakilan kecamatan.
“Selama 10 hari, jumlah pengunjung mencapai 259.944 orang. Rata-rata sekitar 26 ribu pengunjung setiap hari,” ungkapnya.
Menurutnya, Berau Expo tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga menjadi sarana penyampaian informasi pembangunan hingga 2026, promosi investasi dan pariwisata, serta pengenalan pelayanan publik. Berbagai agenda pendukung turut digelar, mulai dari podcast, lomba lagu daerah, kuis edukatif, hingga pertunjukan seni dan budaya.
Di luar area stan utama, aktivitas perdagangan juga melibatkan sekitar 70 tenda besar dan 100 pedagang kaki lima. Kehadiran pedagang tersebut memperluas peluang transaksi, mulai dari penjualan makanan dan minuman hingga pakaian, aksesori, oleh-oleh, serta berbagai kebutuhan masyarakat.
Panitia juga melakukan survei untuk menghitung jumlah pengunjung dan memperkirakan perputaran ekonomi selama kegiatan berlangsung. Berdasarkan hasil survei tersebut, transaksi ekonomi diperkirakan mencapai Rp17 miliar.
“Perputaran ekonomi selama pelaksanaan Berau Expo tahun ini diperkirakan mencapai Rp17 miliar, meningkat sekitar 13,3 persen dibandingkan dengan 2024,” jelasnya.