Karya tersebut tidak sekadar menampilkan aktivitas masyarakat, tetapi juga merekam kearifan lokal, hubungan manusia dengan alam, serta tradisi yang diwariskan lintas generasi. Foto itu memperoleh nilai rata-rata 85,20 dari dewan juri, mengungguli peserta lainnya.
Penyerahan piala dan hadiah dilakukan langsung oleh Kepala Diskominfo Berau, Didi Rahmadi, pada malam penutupan Berau Expo 2026, Minggu (25/10/2026) kemarin di panggung hiburan kedua di dalam Gedung GOR Taruna, Tanjung Redeb.
Lomba fotografi tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-73 Kabupaten Berau dan HUT ke-216 Kota Tanjung Redeb. Mengusung tema “SDM Berdaya, Budaya Terjaga, Ekonomi Lestari, Berau Sejahtera”, kompetisi ini membuka ruang bagi pelajar dan masyarakat umum untuk mengabadikan potensi daerah melalui karya visual.
Berdasarkan hasil penilaian dewan juri, Venny Sartika menempati posisi pertama dengan nilai 85,20. Juara kedua diraih Saidatul Adnin dengan nilai 82,54, sedangkan Guris 3 Fishing berada di posisi ketiga dengan nilai 81,91.
Kekuatan karya Venny terletak pada cerita yang disampaikan melalui proses pemanenan madu secara tradisional oleh masyarakat Dayak di pedalaman. Aktivitas tersebut menggambarkan bagaimana pengetahuan lokal tetap menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat yang menggantungkan sebagian penghidupannya pada hasil hutan.
Lebih dari sekadar pekerjaan untuk memperoleh penghasilan, pemanenan madu juga memperlihatkan hubungan erat antara masyarakat adat, lingkungan, dan tradisi leluhur. Melalui bidikan kameranya, Venny menghadirkan dokumentasi kehidupan yang mengandung pesan tentang pelestarian budaya dan keberlanjutan sumber penghidupan.
Kisah tersebut sekaligus menunjukkan bahwa fotografi dapat menjadi medium untuk memperkenalkan kekayaan budaya Berau kepada khalayak yang lebih luas. Sebuah foto tidak hanya menyimpan rekaman visual, tetapi juga mampu menyampaikan nilai-nilai sosial yang terkandung di balik suatu peristiwa.
Kepala Diskominfo Berau Didi Rahmadi mengapresiasi seluruh peserta yang telah berpartisipasi dan menunjukkan kreativitas melalui karya masing-masing.
Menurutnya, lomba fotografi tidak semata-mata menjadi ajang kompetisi untuk meraih prestasi. Kegiatan ini juga mendorong masyarakat, terutama generasi muda, agar mengembangkan kemampuan fotografi sebagai sarana penyampaian informasi yang menarik dan bernilai dokumentasi.
“Foto memiliki kekuatan untuk menyampaikan cerita, merekam peristiwa, dan memperkenalkan potensi daerah,” ujarnya.
Didi berharap para peserta terus mengasah kemampuan serta menghasilkan karya yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga memiliki pesan dan nilai informasi bagi masyarakat.
Ia juga berharap lomba serupa dapat terus diselenggarakan untuk meningkatkan literasi informasi sekaligus membuka peluang lahirnya fotografer berbakat dari Kabupaten Berau.
Melalui kompetisi ini, Diskominfo Berau turut mendorong fotografi menjadi sarana dokumentasi pembangunan, pelestarian budaya, dan pengenalan potensi daerah. Dengan demikian, cerita tentang kehidupan masyarakat dan kekayaan lokal Berau dapat terus direkam serta diperkenalkan kepada generasi mendatang.
“Kami berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut, sehingga semakin banyak generasi muda Berau yang kreatif dan mampu menghasilkan karya fotografi yang informatif, sekaligus memperkenalkan potensi daerah kepada masyarakat luas,” tutupnya. (*)
Editor: Aspian Nur
Karya tersebut tidak sekadar menampilkan aktivitas masyarakat, tetapi juga merekam kearifan lokal, hubungan manusia dengan alam, serta tradisi yang diwariskan lintas generasi. Foto itu memperoleh nilai rata-rata 85,20 dari dewan juri, mengungguli peserta lainnya.
Penyerahan piala dan hadiah dilakukan langsung oleh Kepala Diskominfo Berau, Didi Rahmadi, pada malam penutupan Berau Expo 2026, Minggu (25/10/2026) kemarin di panggung hiburan kedua di dalam Gedung GOR Taruna, Tanjung Redeb.
Lomba fotografi tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-73 Kabupaten Berau dan HUT ke-216 Kota Tanjung Redeb. Mengusung tema “SDM Berdaya, Budaya Terjaga, Ekonomi Lestari, Berau Sejahtera”, kompetisi ini membuka ruang bagi pelajar dan masyarakat umum untuk mengabadikan potensi daerah melalui karya visual.
Berdasarkan hasil penilaian dewan juri, Venny Sartika menempati posisi pertama dengan nilai 85,20. Juara kedua diraih Saidatul Adnin dengan nilai 82,54, sedangkan Guris 3 Fishing berada di posisi ketiga dengan nilai 81,91.
Kekuatan karya Venny terletak pada cerita yang disampaikan melalui proses pemanenan madu secara tradisional oleh masyarakat Dayak di pedalaman. Aktivitas tersebut menggambarkan bagaimana pengetahuan lokal tetap menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat yang menggantungkan sebagian penghidupannya pada hasil hutan.
Lebih dari sekadar pekerjaan untuk memperoleh penghasilan, pemanenan madu juga memperlihatkan hubungan erat antara masyarakat adat, lingkungan, dan tradisi leluhur. Melalui bidikan kameranya, Venny menghadirkan dokumentasi kehidupan yang mengandung pesan tentang pelestarian budaya dan keberlanjutan sumber penghidupan.
Kisah tersebut sekaligus menunjukkan bahwa fotografi dapat menjadi medium untuk memperkenalkan kekayaan budaya Berau kepada khalayak yang lebih luas. Sebuah foto tidak hanya menyimpan rekaman visual, tetapi juga mampu menyampaikan nilai-nilai sosial yang terkandung di balik suatu peristiwa.
Kepala Diskominfo Berau Didi Rahmadi mengapresiasi seluruh peserta yang telah berpartisipasi dan menunjukkan kreativitas melalui karya masing-masing.