Pemadaman yang berlangsung selama 5 hingga 10 jam lebih itu membuat masyarakat mencari alternatif penerangan agar aktivitas di rumah tetap berjalan, terutama saat listrik padam pada malam hari.
Nooryanti, pemilik salah satu toko lampu di Jalan Gunung Panjang, Tanjung Redeb, mengakui jumlah pembeli lampu darurat meningkat di tengah kondisi tersebut.
“Banyak yang beli mencari lampu emergency. Untuk harganya belum saya naikkan,” ujarnya.
Meningkatnya permintaan lampu darurat menjadi salah satu dampak langsung dari pemadaman berkepanjangan yang dirasakan masyarakat. Warga membutuhkan penerangan cadangan untuk menunjang aktivitas sehari-hari ketika pasokan listrik terhenti.
Sementara itu, pemadaman kembali terjadi di sejumlah wilayah pada Senin. Di Jalan Murjani 2, Murjani 3, dan Karang Mulyo, listrik dilaporkan padam sejak pukul 11.00 Wita dan kembali menyala sekitar pukul 16.30 Wita. Namun, pasokan listrik kembali terhenti pada pukul 18.00 Wita.
Gangguan tersebut juga berdampak pada sejumlah kawasan lain di wilayah kerja PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Tanjung Redeb.
Manajer PLN ULP Tanjung Redeb, Clif Salomo Panjaitan, menyampaikan bahwa gangguan pada jaringan transmisi tegangan tinggi 150 kilovolt (kV) berdampak pada pasokan listrik kepada pelanggan.
Dalam pemberitahuannya, PLN menyebut penghentian pasokan listrik sementara secara terbatas dijadwalkan pada Senin, 26 Oktober 2026, pukul 18.00–22.00 Wita.
Wilayah terdampak meliputi sebagian Jalan Sultan Agung, Asrama Skuadron, Bandara Kalimarau, Perum Griya Salam, Merancang, Batu-Batu, Kasai, Tanjung Batu, Karang Mulyo, Dermaga, Murjani 2 dan 3, sebagian Pulau Panjang, Perum BI, Albina, Jalan Merah Delima, Teluk Bayur, Tumbit, Labanan, Gunung Sari, Segah, Punan Malinau, Long Ayan, dan sekitarnya.
"Kami terus mengerahkan sumber daya untuk mempercepat pemulihan gangguan dan meminimalkan dampak terhadap pelanggan," ungkapnya.
Di sisi lain, pelanggan diimbau menggunakan listrik secara bijak, terutama pada pukul 18.00–21.00 Wita. Imbauan tersebut mencakup mematikan peralatan listrik yang tidak digunakan, mengatur suhu pendingin ruangan di atas 24 derajat Celsius, serta mengoptimalkan penggunaan peralatan hemat energi.
"Kami sampaika permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan akibat gangguan pasokan listrik tersebut," tandasnya.
Editor: Erwin
Pemadaman yang berlangsung selama 5 hingga 10 jam lebih itu membuat masyarakat mencari alternatif penerangan agar aktivitas di rumah tetap berjalan, terutama saat listrik padam pada malam hari.
Nooryanti, pemilik salah satu toko lampu di Jalan Gunung Panjang, Tanjung Redeb, mengakui jumlah pembeli lampu darurat meningkat di tengah kondisi tersebut.
“Banyak yang beli mencari lampu emergency. Untuk harganya belum saya naikkan,” ujarnya.
Meningkatnya permintaan lampu darurat menjadi salah satu dampak langsung dari pemadaman berkepanjangan yang dirasakan masyarakat. Warga membutuhkan penerangan cadangan untuk menunjang aktivitas sehari-hari ketika pasokan listrik terhenti.
Sementara itu, pemadaman kembali terjadi di sejumlah wilayah pada Senin. Di Jalan Murjani 2, Murjani 3, dan Karang Mulyo, listrik dilaporkan padam sejak pukul 11.00 Wita dan kembali menyala sekitar pukul 16.30 Wita. Namun, pasokan listrik kembali terhenti pada pukul 18.00 Wita.
Gangguan tersebut juga berdampak pada sejumlah kawasan lain di wilayah kerja PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Tanjung Redeb.
Manajer PLN ULP Tanjung Redeb, Clif Salomo Panjaitan, menyampaikan bahwa gangguan pada jaringan transmisi tegangan tinggi 150 kilovolt (kV) berdampak pada pasokan listrik kepada pelanggan.
Dalam pemberitahuannya, PLN menyebut penghentian pasokan listrik sementara secara terbatas dijadwalkan pada Senin, 26 Oktober 2026, pukul 18.00–22.00 Wita.
Wilayah terdampak meliputi sebagian Jalan Sultan Agung, Asrama Skuadron, Bandara Kalimarau, Perum Griya Salam, Merancang, Batu-Batu, Kasai, Tanjung Batu, Karang Mulyo, Dermaga, Murjani 2 dan 3, sebagian Pulau Panjang, Perum BI, Albina, Jalan Merah Delima, Teluk Bayur, Tumbit, Labanan, Gunung Sari, Segah, Punan Malinau, Long Ayan, dan sekitarnya.
"Kami terus mengerahkan sumber daya untuk mempercepat pemulihan gangguan dan meminimalkan dampak terhadap pelanggan," ungkapnya.
Di sisi lain, pelanggan diimbau menggunakan listrik secara bijak, terutama pada pukul 18.00–21.00 Wita. Imbauan tersebut mencakup mematikan peralatan listrik yang tidak digunakan, mengatur suhu pendingin ruangan di atas 24 derajat Celsius, serta mengoptimalkan penggunaan peralatan hemat energi.
"Kami sampaika permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan akibat gangguan pasokan listrik tersebut," tandasnya.