Akibatnya, pesawat melenceng dan jatuh di laut seputaran approach area runway 25 bandara SAMS. Petugas Airport Fire Fighting and Rescue (ARFF) atau tim pertolongan kecelakaan pesawat langsung bergerak cepat, dibantu unsur lainnya.
Namun demikian, kejadian tersebut merupakan simulasi latihan terbatas keadaan darurat Bandara SAMS Sepinggan. Tujuannya, untuk meningkatkan respons dan kemampuan penanganan kecelakaan di kawasan bandara.
Kegiatan itu diikuti oleh 230 petugas dari unsur Otoritas Bandara Wilayah VII, Basarnas Balikpapan, TNI AU, Kepolisian, Airnav Indonesia, BPBD dan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) serta Puskesmas Sepinggan.
General Manager PT Angkasa Pura I Balikpapan Handy Heryudithiawan mengatakan, dalam latihan itu disimulasikan terjadinya kecelakaan pesawat yang mendarat di luar runway.
“Simulasinya seolah-olah ada pesawat tidak bisa mendarat di runway, kemudian jatuh di pantai. Sehingga kita memanfaatkan fasilitas keselamatan yang ada, didukung oleh pihak eksternal. Ini semua diperlukan dalam rangka proses pertolongan secepat mungkin,” katanya.
Dalam melakukan penanangan terjadinya kecelakaan di kawasan bandara, menurut Handy, pihaknya tidak mampu bekerja sendiri sehingga perlu adanya koordinasi dengan pihak terkait.
Latihan gabungan itu juga sebagai dasar koordinasi oleh tim Airport Fire Fighting and Rescue (ARFF) atau tim pertolongan kecelakaan pesawat milik AP I, dengan jumlah 75 orang. (yud)