Kemarau Panjang Tekan Debit Air di Balikpapan, Perumda PTMB Lakukan Penyesuaian dengan Ketat
2 menit baca0 kali dibaca

Penulis: Muhammad Solih Januar
KORANKALTIM.COM, BALIKPAPAN - Dampak kemarau panjang akibat fenomena El Nino kian terasa di Kota Balikpapan terutama pada sektor penyediaan air bersih.
Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) bergerak cepat menyiapkan sejumlah langkah antisipasi untuk mengamankan distribusi air bagi masyarakat dalam beberapa bulan ke depan.
Kondisi ini memaksa PTMB melakukan penyesuaian pemanfaatan sumber air secara ketat. Seperti pemanfaatan air di Waduk Manggar yang semula 1.150 liter per detik harus diturunkan menjadi sekitar 900 liter per detik.
"Langkah serupa juga diberlakukan pada sumber air di Teritip dengan pengurangan hingga 50 persen," kata Direktur PTMB Balikpapan, Yudi Saharuddin kepada Korankaltim.com Jumat (4/9/2026).
Pengurangan ini bisa berdampak pada distribusi air dan sebagai langkah mitigasi jika terjadi gangguan distribusi, PTMB bersama Pemkot Balikpapan langsung merancang pembentukan titik terminal tangki air bersih.
"Pembahasan matang ini dijadwalkan langsung bersama Sekretaris Daerah Kota Balikpapan," ujar Yudi.
Sejauh ini ada tiga lokasi strategis yang disiapkan untuk memperlancar suplai air bersih menggunakan armada tangki, seperti di Terminal Kampung Damai yang difokuskan melayani kebutuhan warga di wilayah Balikpapan Timur dan Balikpapan Selatan. Kemudian di terminal Kilometer 12 saat ini disiapkan khusus untuk menopang distribusi wilayah Balikpapan Utara, selanjutnya Terminal Kawasan Barat diproyeksikan untuk melayani masyarakat di wilayah Balikpapan Barat.
"Kami akan pastikan semua ketersediaan airnya dan juga memastikan aturan serta perundang-undangan untuk pemanfaatan sumber air bakunya," tegas Yudhi,
Masyarakat diminta memahami situasi ini apabila ke depannya masih ditemukan kendala distribusi layanan air bersih. Diluar tekanan cuaca, Yudhi mengakui ketersediaan air bersih di Balikpapan memang sudah menjadi tantangan klasik akibat laju pertumbuhan penduduk yang pesat, sementara kapasitas sumber air baku yang ada masih terbatas.
Sebagai perbandingan, kapasitas air yang tersedia di Kota Minyak masih jauh tertinggal jika dibandingkan dengan Kota Samarinda. Kondisi ini membuat sistem penyediaan air semakin rentan setiap kali musim kemarau tiba.
Meski begitu, PTMB terus mengoptimalkan seluruh aset sumber air yang ada, termasuk sumur bor dan bendungan. Di sela-sela kesibukan mitigasi krisis air ini, PTMB juga tetap aktif ambil bagian dalam aksi pelestarian lingkungan, seperti kerja bakti bersih pantai bersama Enable Project.
Editor: Aspian Nur










