Program tersebut mendorong anak-anak PAUD tidak hanya mengenal tanaman, tetapi juga terlibat langsung dalam proses menanam, menyiram, merawat hingga memahami pemanfaatan hasil tanaman. Program Gembira Ceria diluncurkan di halaman Masjid Madinatul Iman, Balikpapan Islamic Center, Sabtu (22/8/2026) hari ini, diikuti anak-anak PAUD dari berbagai wilayah di Balikpapan.
Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud mengatakan, kepedulian terhadap lingkungan perlu dibentuk sejak usia dini melalui pengalaman langsung.
Menurutnya, pendidikan karakter tidak cukup hanya diberikan dalam bentuk teori. “Ini adalah satu tekad dan ikhtiar kami bagaimana menciptakan generasi-generasi anak kita yang betul-betul peduli. Bukan hanya peduli terhadap dirinya dan keluarga, tetapi juga peduli terhadap sesama makhluk hidup,” ujar Rahmad Ia menilai, aktivitas merawat tanaman dapat mengajarkan sejumlah nilai kepada anak, mulai dari kesabaran, tanggung jawab hingga kepedulian terhadap sesuatu yang dipercayakan untuk dijaga.
Rahmad mencontohkan, menanam pohon merupakan pekerjaan yang mudah. Namun, tantangan sebenarnya adalah memastikan tanaman tersebut dirawat hingga tumbuh dan memberikan manfaat.
“Menanam pohon itu gampang dan mudah, tetapi bagaimana merawatnya. Begitu juga dalam kehidupan kita, berkeluarga gampang, tetapi bagaimana merawat hubungan kita terhadap keluarga,” jelasnya. Karena itu, Rahmad berharap Gembira Ceria tidak berhenti sebagai kegiatan satu kali. Program tersebut diharapkan menjadi kebiasaan yang diterapkan secara berkelanjutan di satuan PAUD. Di sisi lain, Rahmad Mas’ud juga menyampaikan rencana pelaksanaan Car Free Day perdana di Jalan Duri Rahayu pada Minggu (23/8/2026) besok.
Menurutnya, ruang publik tersebut tidak hanya dapat dimanfaatkan masyarakat untuk berolahraga, tetapi juga menjadi tempat warga berinteraksi serta menyampaikan saran dan masukan kepada pemerintah. “Bukan saja tempat untuk berolahraga, tetapi tempat kita saling menyapa sesama warga Kota Balikpapan. Banyak obrolan yang bermanfaat untuk kita bangun bersama dan memberikan saran serta masukan kepada pemerintah,” tandasnya.
Ditempat yang sama, Bunda PAUD Kota Balikpapan Nurlena Rahmad Mas’ud menambahkan, program tersebut dirancang dengan pendekatan pengalaman langsung agar anak lebih mudah memahami pentingnya menjaga lingkungan.
“Program ini lahir dari sebuah keyakinan sederhana bahwa kepedulian terhadap lingkungan tidak cukup hanya diajarkan, tetapi perlu dialami dan dilakukan sejak dini,” kata Nurlena. Melalui Gembira Ceria, anak-anak diajak mengenal bibit, menyentuh tanah, menanam, menyiram dan merawat tanaman. Mereka juga diarahkan mengamati pertumbuhan tanaman hingga memahami proses panen dan pemanfaatan hasilnya.
“Dari satu bibit kecil, anak belajar bahwa sesuatu yang tumbuh dan bermanfaat membutuhkan proses, kesabaran, perhatian, dan tanggung jawab,” ucapnya. Gerakan tersebut tidak sebatas menanam pohon, tetapi menjadi bagian dari pembentukan kebiasaan dan karakter anak sejak usia dini. Dukungan terhadap program ini berasal dari sejumlah perangkat daerah dan mitra.
Dinas Lingkungan Hidup Kota Balikpapan menyiapkan 429 bibit yang terdiri atas matoa, jeruk siam, rambutan dan sawo. Sementara Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan menyiapkan bibit cabai, terong dan tomat untuk setiap kecamatan. Mitra lainnya turut memberikan 250 bibit tanaman beserta pupuk. Secara keseluruhan, sekitar 421 satuan PAUD di Balikpapan bersama orangtua dan wali berpartisipasi dengan menyumbangkan sekitar 4.200 bibit tanaman.
Nurlena berharap kegiatan menanam tersebut dapat diteruskan di setiap satuan PAUD sehingga lingkungan sekolah semakin hijau sekaligus memberikan pengalaman langsung kepada anak dalam merawat tanaman.
“Bukan hanya kegiatan serentak pada hari ini, tetapi menjadi gerakan yang terus hidup. Semoga semakin banyak anak yang memiliki pengalaman menanam, semakin banyak lingkungan PAUD yang hijau dan ramah anak, dan semakin kuat pula kesadaran kita bersama untuk menjaga lingkungan,” pungkas Nurlena.
Editor: Aspian Nur