Hotspot di Kaltim Tembus 9.861 Titik, Penerbangan Balikpapan Masih Aman
2 menit baca0 kali dibaca

Penulis: Muhammad Januar
KORANKALTIM.COM, BALIKPAPAN — Peningkatan jumlah titik panas atau hotspot di wilayah Kalimantan Timur (Kaltim) terus menunjukkan tren peningkatan. Berdasarkan data yang dihimpun dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan, peningkatan bahkan cukup signifikan bila dibandingkan dengan El Nino pada 2015 silam. Kepala BMKG Stasiun SAMS Sepinggan Balikpapan, Djoko Sumardiyono memaparkan, pada Agustus 2015 hanya terdapat 9.793 titik panas. Sementara, pada tahun ini yang belum menyentuh akhir bukan sudah mencapai 9.861 titik. “Artinya ada kenaikan hingga 0,7 p3rsen titik panas,” sebut Djoko, Jumat (21/8/2026). Dari pantauan titik panas yang menggunakan Satelit Terra dan Aqua tersebut, kata Djoko, merupakan sebuah ancaman serius dan peringatan untuk kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kaltim. “Untuk itu perlu terus dilakukan kampanye dan patroli pencegahan kebakaran hutan dan lahan, jangan buang puntung rokok sembarangan dan lain-lain,” ujarnya. Selain itu, pihak BMKG turut membantah narasi atau tampilan visual yang sempat beredar di Google Maps yang menggambarkan seolah-olah pulau Kalimantan sedang dikepung api secara ekstrem. BMKG menegaskan kondisi titik panas tersebut tetap harus diwaspadai melalui data valid, namun tidak seperti visualisasi yang beredar luas di dunia maya. Di sisi lain, ancaman karhutla ini turut berdampak pada sektor penerbangan. General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Internasional SAMS Sepinggan Balikpapan, Iwan Winaya Mahdar, mengungkapkan bahwa gangguan jarak pandang (visibility) akibat kabut asap karhutla saat ini terpantau terjadi di tiga bandara dalam wilayah Regional VI. “Informasi terbarunya yang sudah terganggu visibility-nya atau jarak pandang itu ada di Regional VI, yaitu ada tiga airport, Pontianak, Palangkaraya, dengan Banjarmasin. Itu pun terjadinya juga di pagi hari. Setelah jam 9 ke atas jarak pandang sudah menjadi normal kembali,” ujar Iwan. Kondisi tersebut diakuinya berpotensi memberikan dampak tidak langsung terhadap operasional penerbangan di Balikpapan. Keterlambatan keberangkatan atau delay dari Bandara Banjarmasin maupun Palangkaraya dapat berimbas langsung pada jadwal rotasi penerbangan lanjutan menuju atau dari Bandara SAMS Sepinggan. Meski demikian, Iwan memastikan hingga saat ini aktivitas penerbangan di Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan masih berjalan normal dan aman. Jarak pandang di kawasan bandara terpantau masih berada di atas batas minimum yang diprasyaratkan untuk mendukung keselamatan penerbangan. “Alhamdulillah sampai saat ini khusus untuk yang di Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan, kita masih belum ada dampak terkait dengan karhutla. Jarak pandangnya atau visibility-nya masih sesuai dengan minimum visibility, masih tidak mengganggu penerbangan,” pungkasnya. Editor: Erwin Teks foto:










